Jumali Senin, 15 Juni 2026 17:17 WIB

Aksi Yasin Ayari/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Yasin Ayari menjadi salah satu bintang kemenangan telak Swedia atas Tunisia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026. Namun, bukan hanya dua gol yang dicetak gelandang berusia 22 tahun itu yang menjadi sorotan, melainkan keputusan uniknya untuk tidak merayakan gol pertama ke gawang Tunisia.
Momen tersebut terjadi saat pertandingan berlangsung di Stadion BBVA, Guadalupe, Meksiko, Senin (15/6/2026) pagi WIB. Ayari membuka keunggulan Swedia pada menit ketujuh melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut gawang Tunisia.
Alih-alih berlari merayakan gol seperti kebanyakan pemain, gelandang yang memperkuat Brighton & Hove Albion itu memilih berjalan santai sambil tersenyum tipis sebelum memeluk rekan-rekannya.
Belakangan terungkap, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ayari memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Tunisia karena sang ayah, Azzouz Ayari, lahir di negara Afrika Utara tersebut.
“Ayah saya orang Tunisia. Saya bermain melawan tim dari mana ayah saya berasal,” ujar Ayari seusai pertandingan.
Ia mengaku sengaja menahan diri sebagai bentuk penghormatan terhadap akar keluarganya.
“Saya memilih untuk tidak merayakan gol pertama karena menghormati Tunisia dan sejarah keluarga saya. Itu adalah keputusan pribadi,” katanya.
Latar belakang keluarga Ayari memang cukup unik. Selain memiliki ayah berdarah Tunisia, ibunya berasal dari Maroko. Kondisi itu membuat Ayari sebenarnya memiliki kesempatan membela tiga negara berbeda dalam karier internasionalnya.
Bahkan, Federasi Sepak Bola Tunisia sempat mendekatinya pada 2021 dan menawarkan kesempatan bergabung dengan tim nasional mereka. Saat itu Ayari dikabarkan tertarik mempertimbangkan opsi tersebut.
Namun, sang ayah justru menjadi sosok yang mendorongnya tetap membela Swedia, negara tempat ia lahir dan tumbuh.
“Putra saya ingin bermain untuk Tunisia, tetapi saya memintanya untuk membela Swedia. Ini adalah negara yang menyambut dan mengembangkannya. Sudah menjadi kewajibannya untuk memberikan sesuatu kembali,” ujar Azzouz dalam wawancara dengan media Swedia.
Pilihan tersebut kini berbuah manis. Ayari menjadi salah satu pemain kunci dalam skuad Swedia yang tampil impresif di Piala Dunia 2026.
Selain mencetak gol pembuka, ia juga mencatatkan gol kedua pada masa injury time babak kedua. Berbeda dengan gol pertama, kali ini Ayari ikut larut dalam selebrasi bersama rekan-rekannya setelah memastikan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia.
Brace yang dicetak Ayari membuat namanya langsung masuk daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026. Ia sejajar dengan beberapa pemain lain yang juga mengoleksi dua gol pada laga perdana turnamen.
Penampilan gemilang tersebut sekaligus mengantarkan Swedia memuncaki klasemen sementara Grup F dengan koleksi tiga poin. Mereka unggul atas Belanda dan Jepang yang harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 pada pertandingan lain.
Kemenangan besar atas Tunisia juga membuka peluang Swedia untuk melangkah ke fase gugur. Satu kemenangan lagi dari dua laga tersisa akan semakin mendekatkan tim asuhan Graham Potter ke babak 32 besar.
Ujian sesungguhnya akan datang pada pertandingan berikutnya saat Swedia menghadapi Belanda pada 21 Juni mendatang. Jika mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Tunisia, Ayari dan kolega berpeluang menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2

















































