KKN Unhas Ajarkan Warga Olah Feses Sapi jadi Pupuk Kompos di Maros

2 hours ago 1
KKN Unhas Ajarkan Warga Olah Feses Sapi jadi Pupuk Kompos di Maros KKN Unhas saat Ajarkan Warga Olah Feses Sapi jadi Pupuk Kompos (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi masyarakat Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, tentang pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk kompos organik.

Program ini menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sekaligus mendukung produktivitas pertanian warga.

Sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Desa Benteng Gajah itu diikuti kepala desa, perangkat desa, anggota PKK, serta masyarakat dari berbagai dusun. Selain pelatihan pembuatan pupuk kompos, mahasiswa juga memperkenalkan pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami.

Mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas, Reza Firdaus Abidin, menjelaskan feses sapi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis. Menurutnya, proses pembuatannya cukup sederhana dengan memanfaatkan bahan seperti feses sapi, serbuk gergaji, air tape singkong, dan larutan gula.

“Pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk kompos tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menekan biaya pembelian pupuk sekaligus meningkatkan kesuburan tanah untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat,” jelas Reza, Minggu (26/07).

Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari warga, mengingat sebagian besar masyarakat Desa Benteng Gajah memiliki usaha peternakan sapi sehingga limbah ternak tersedia dalam jumlah cukup banyak.

Salah seorang peserta dari Dusun Polewali, Ilyas, mengaku pelatihan itu membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah peternakan.

“Alhamdulillah, informasi yang diberikan teman-teman mahasiswa KKN sangat membantu kami. Di Desa Benteng Gajah banyak masyarakat yang memelihara sapi sehingga limbahnya selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya pelatihan ini, kami mengetahui bahwa feses sapi ternyata bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang sama, mahasiswa FMIPA Unhas, Andi Syafikah Satirah Ardianti, mendemonstrasikan pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami menggunakan serai, cuka, dan bahan lain sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan produk berbahan kimia.

Sekretaris Desa Benteng Gajah, Risdayanti, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN karena dinilai mudah diterapkan oleh masyarakat.

“Program ini sangat bermanfaat dan menjadi inovasi baru bagi masyarakat desa. Spray anti nyamuk ini menggunakan bahan-bahan alami sehingga lebih aman, terutama bagi anak-anak. Kami berharap masyarakat dapat mencoba membuatnya sendiri di rumah,” katanya.

Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, juga mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menilai inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Unhas sejalan dengan potensi desa dan dapat menjadi solusi dalam pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat membangun desa yang lebih mandiri, produktif, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news