Klinik Koperasi Desa Merah Putih Pertama DIY Dibuka di Sleman

1 hour ago 3

Klinik Koperasi Desa Merah Putih Pertama DIY Dibuka di Sleman

Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, SLEMAN— Klinik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman resmi beroperasi dan menjadi klinik KDMP pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Klinik ini mulai melayani masyarakat setelah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.

Ketua Tim Kerja Registrasi, Lisensi, dan Mutu Layanan Kesehatan Dinkes Sleman, Kurnia Yuliawati, menjelaskan bahwa proses perizinan klinik tersebut dilakukan melalui mekanisme yang sama seperti klinik swasta pada umumnya.

“Kalau ditanya apakah izin Klinik KDMP Tamanmartani ini sama dengan klinik swasta lain, ya sama. Mekanismenya melalui OSS dan persyaratannya juga sama,” ujar Kurnia, Senin (25/5/2026).

Ia menyebutkan, proses verifikasi dilakukan melalui visitasi pada 12 Mei 2026 untuk mencocokkan dokumen administrasi dengan kondisi di lapangan. Setelah seluruh syarat dinyatakan terpenuhi, izin operasional diterbitkan pada 22 Mei 2026.

Dari sisi sumber daya manusia, klinik ini telah memiliki dua dokter umum, dua dokter gigi, satu apoteker, bidan, serta tenaga perawat dan administrasi. Seluruh tenaga kesehatan direkrut langsung oleh KDMP tanpa melibatkan tenaga dari Puskesmas Kalasan.

Meski sudah beroperasi, Dinkes Sleman mencatat masih ada sejumlah perbaikan pada fasilitas bangunan. Salah satu catatan yang ditemukan dalam visitasi adalah kondisi atap bangunan yang masih mengalami rembes.

“Secara sarana-prasarana sudah cukup. Namun ada beberapa catatan perbaikan yang perlu ditindaklanjuti sambil berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, layanan Klinik KDMP Tamanmartani belum dapat langsung melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Klinik masih harus melalui tahapan akreditasi terlebih dahulu sebelum dapat menjalin kerja sama dengan BPJS.

“Tidak serta-merta langsung bisa mendapat kapitasi BPJS. Tetap harus melalui proses seperti klinik lainnya,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY menyebut Klinik KDMP Tamanmartani menjadi proyek percontohan atau mock up pengembangan KDMP di DIY.

Menurut instansi tersebut, kehadiran klinik ini menjadi langkah berbeda dibanding KDMP lain di DIY yang selama ini lebih banyak bergerak di sektor usaha sembako dan perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news