KONI DIY Peringati HUT 59 lewat Ziarah Astana Girigondo

5 hours ago 3

KONI DIY Peringati HUT 59 lewat Ziarah Astana Girigondo Perwakilan pengurus KONI DIY berfoto bersama sebelum menggelar ziarah ke makam Sri Paduka Paku Alam VIII di Makam Astana Girigondo, Kulon Progo, Sabtu (25/4). - Istimewa.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 melalui ziarah ke makam Sri Paduka Paku Alam VIII di Astana Girigondo, Kulon Progo, Sabtu (24/4/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antar-KONI DIY dan cabang kabupaten/kota sekaligus menghormati jasa para pelopor organisasi olahraga daerah.

Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Nolik Maryono, menjelaskan ziarah sebagai agenda tahunan yang memelihara kebersamaan pengurus. "Ini bagian dari sinergitas KONI DIY dengan KONI kabupaten/kota. Tahun ini juga kita rangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-59 KONI DIY," ujarnya di sela prosesi.

Peserta ziarah mencakup perwakilan pengurus KONI DIY, KONI kabupaten/kota se-DIY, serta abdi dalem Kadipaten Paku Alam yang mendampingi. Doa bersama dipanjatkan bagi tokoh olahraga berjasa yang turut membangun KONI DIY, sekaligus sebagai penghormatan atas dedikasi mereka.

Nolik menekankan ziarah bukan hanya ritual formal, melainkan wadah menanamkan semangat perjuangan kepada atlet muda saat ini. Ia menganggap teladan Sri Paduka Paku Alam VIII dan penerusnya krusial untuk membentuk mental juara. "Nilai kegigihan dan semangat para pendahulu menjadi pelajaran bagi atlet agar terus berprestasi dalam setiap perlombaan," tambahnya.

Peringatan HUT KONI DIY setiap 25 April merujuk sejarah pendirian organisasi pada 25 April 1967, dengan Sri Paduka Paku Alam VIII sebagai ketua umum perdana. Kini memasuki usia 59 tahun, organisasi terus melanjutkan misi pendiri melalui pembinaan atlet berkelanjutan menuju prestasi nasional dan internasional. "Semangat beliau dalam memajukan olahraga akan terus kami lanjutkan dan teladani dedikasinya," tutup Nolik.

Dedikasi Sri Paduka Paku Alam VIII dalam dunia olahraga meninggalkan jejak mendalam, terutama melalui peran krusialnya sebagai Ketua Umum KONI DIY pertama yang menjabat sejak organisasi tersebut dibentuk hingga akhir hayatnya pada tahun 1998.

Sebagai sosok pemimpin yang visioner, Paku Alam VIII tidak hanya menempatkan olahraga sebagai sarana kompetisi, tetapi juga sebagai alat pemersatu dan pembentuk karakter masyarakat Yogyakarta. Keterlibatan aktif beliau dalam memimpin otoritas olahraga tertinggi di DIY tersebut menjadi fondasi kuat bagi pengembangan atlet-atlet lokal, yang tercermin dalam komitmen beliau untuk selalu mengedepankan sportivitas dan prestasi di kancah nasional.


​Dedikasi luar biasa ini kemudian mendapatkan pengakuan tertinggi ketika beliau dianugerahi gelar Bapak Olahraga DIY, sebuah penghormatan atas pengabdian tanpa putus selama puluhan tahun dalam membina cabang-cabang olahraga di wilayah tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, semangat beliau untuk memajukan olahraga sering kali ditekankan melalui pesan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan dengan hati dan integritas. Melalui kepemimpinan Sri Paduka Paku Alam VIII, KONI DIY berhasil membangun identitas yang kuat sebagai lumbung atlet berprestasi yang memadukan semangat juang tinggi dengan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news