Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain, sedang menyampaikan bahaya narkoba terhadap perkembangan karakter pelajar di CGV Cinema Jwalk Mall, Sleman, Selasa (11/8/2026)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
SLEMAN—Bagas tengah mengikuti survei lokasi kamping di sebuah desa bersama guru dan teman-temannya. Namun, ia justru harus menghadapi segerombolan penculik dan pengedar narkoba. Kecanduan kembang gula membuat Bagas tak menyadari bahwa permen yang dikonsumsinya mengandung zat adiktif.
Kisah tersebut diangkat dalam film Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula sebagai media edukasi mengenai bahaya narkoba bagi anak-anak dan remaja.
Film tersebut meraih penghargaan Best Feature Film dalam Moscow International Children’s Film Festival 2026. Film ini juga masuk nominasi Macau International Children’s Film Festival 2026 dan Canada International Children’s Film Festival 2026.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain, mengatakan pihaknya mengajak sejumlah pelajar dari DIY untuk menonton film produksi Panen Entertainment tersebut.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Faried, film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya. Ia menilai remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan terpengaruh lingkungan.
“Dengan adanya film ini, kami harapkan bisa memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah secara visual, bagaimana dampak yang terjadi, dan bagaimana kita bisa memitigasi agar anak-anak tersebut tidak terjadi penyalahgunaan narkoba,” kata Faried seusai screening film di CGV Cinema Jwalk Mall, Sleman, Selasa (11/8/2026).
Faried mengatakan anak-anak dan remaja mudah terpengaruh lingkungan, termasuk bujukan untuk mencoba narkoba. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena DIY termasuk daerah yang rawan penyalahgunaan narkoba.
Penyalahgunaan narkoba pada anak dapat berkembang menjadi ketergantungan. Kondisi tersebut juga berpotensi mendorong terjadinya tindak kriminal.
Faried berharap pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut dapat mengambil pesan moral dari film dan menyampaikannya kepada teman-teman di sekolah. Ia juga berharap mereka dapat menjadi agen edukasi dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
BNNP DIY telah mengirimkan surat kepada sejumlah dinas terkait sebagai imbauan untuk menonton film tersebut, terutama bagi kalangan pelajar.
Indonesia Emas dan Ancaman Narkoba Cair
Faried juga menyoroti berbagai modus penyebaran narkotika yang menyasar masyarakat, termasuk anak muda. Salah satunya melalui produk permen.
Selain itu, BNNP DIY mengantisipasi penggunaan vape yang disebut berpotensi menjadi media penyebaran narkotika. Faried menyebut berdasarkan informasi yang dimiliki BNN, 23% penyebaran vape di Indonesia telah mengandung narkotika.
Karena itu, BNNP DIY berencana berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk mendorong kawasan bebas vape, terutama di sekolah, kampus, dan perkantoran.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan peredaran vape yang mengandung narkotika di lingkungan pendidikan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































