Newswire Selasa, 11 Agustus 2026 17:57 WIB

Sejumlah pekerja membawa ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan gerobak untuk disalurkan ke sekolah di Sangkurio, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (11/8/2026). ANTARA FOTO/Akbar Tado/kye
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Gizi Nasional (BGN) meminta guru dan tenaga pendidik mengedukasi siswa agar Makan Bergizi Gratis (MBG) dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang ke rumah. Imbauan tersebut berkaitan dengan keamanan pangan makanan setelah keluar dari pengawasan penyelenggara program.
Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan makanan MBG yang dibawa pulang berpotensi mengalami perubahan kualitas. Kondisi penyimpanan setelah makanan keluar dari pengawasan penyelenggara menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
"BGN meminta dukungan pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya mengonsumsi MBG sesuai ketentuan. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan pangan sejak makanan diterima hingga dikonsumsi," katanya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Siswa Diminta Tidak Membawa Pulang MBG
Mas Dar menegaskan guru perlu menyampaikan kepada peserta didik dan siswa di kelas agar menu MBG tidak dibawa pulang.
Menurut dia, kondisi makanan setelah dibawa ke rumah tidak sepenuhnya dapat dipastikan. BGN tidak mengetahui bagaimana makanan tersebut disimpan hingga akhirnya dikonsumsi.
Kondisi penyimpanan yang tidak diketahui tersebut dapat meningkatkan risiko apabila makanan telah mengalami kerusakan.
"Makanan yang dibawa pulang ke rumah itu kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya, yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi," ujar dia.
Orang Tua Juga Disebut Mengalami Keracunan
Mas Dar juga mengungkapkan adanya sejumlah kasus keracunan yang ditemukan BGN. Dalam beberapa kasus tersebut, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG setelah makanan dibawa pulang ke rumah turut mengalami keracunan.
"Bahkan, di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," paparnya.
Karena itu, BGN menilai keberhasilan program MBG tidak cukup hanya dilihat dari terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat. Keamanan makanan yang dikonsumsi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
"Jadi, mari kita sama-sama menjaga bahwa MBG ini harus aman dan bergizi," ucap Mas Dar.
BGN Perkuat Pengawasan Program MBG
BGN akan terus memperkuat pelayanan, pengawasan, pemantauan, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat secara aman bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, edukasi yang diberikan guru dan tenaga pendidik kepada siswa menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan makanan sejak diterima hingga dikonsumsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2
















































