Libur 1 Muharram Dongkrak Wisata Bantul, PAD Tembus Rp56 Juta Sehari

2 hours ago 1

Libur 1 Muharram Dongkrak Wisata Bantul, PAD Tembus Rp56 Juta Sehari

Lokasi TPR Parangtritis yang akan tidak aktif mulai 1 Juli 2025. /Harian Jogja-Kiki Luqman.

Harianjogja.com, BANTUL—Libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Bantul. Ribuan wisatawan memanfaatkan momentum libur untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata, sehingga mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) hingga puluhan juta rupiah hanya dalam satu hari.

Data Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul menunjukkan aktivitas wisata selama libur tersebut berlangsung cukup ramai di sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah daerah. Arus kunjungan wisatawan tersebar di berbagai destinasi, terutama kawasan wisata pantai yang selama ini menjadi andalan sektor pariwisata Bantul.

Berdasarkan catatan Dinpar Bantul, jumlah wisatawan yang masuk melalui seluruh pintu retribusi objek wisata pada periode libur 1 Muharram mencapai 3.915 orang. Dari angka tersebut, pemerintah daerah memperoleh pendapatan sebesar Rp56.472.500 dari penjualan tiket masuk wisata.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinpar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa destinasi wisata di Bantul masih memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat yang ingin menghabiskan masa libur panjang bersama keluarga maupun rombongan.

“Jumlah kunjungan wisatawan selama libur 1 Muharram tercatat sebanyak 3.915 orang. Angka itu merupakan akumulasi dari seluruh pintu retribusi objek wisata yang ada di Bantul,” kata Markus, Rabu (17/6/2026).

Menurut Markus, pendapatan yang terkumpul selama periode libur tersebut mencapai Rp56.472.500. Seluruh pendapatan berasal dari retribusi tiket wisatawan yang mengunjungi berbagai destinasi wisata milik pemerintah daerah di Kabupaten Bantul.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata menjelang datangnya musim libur sekolah yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah daerah optimistis tren kunjungan wisatawan masih berpotensi meningkat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa liburan.

Wisata Pantai Masih Jadi Andalan

Markus menilai kawasan wisata pantai di wilayah selatan Bantul masih menjadi magnet utama bagi wisatawan. Selain didukung akses yang semakin baik, kawasan tersebut menawarkan beragam aktivitas wisata yang sesuai untuk wisatawan keluarga maupun kelompok.

Di tengah meningkatnya jumlah kunjungan, Dinpar Bantul juga terus melakukan evaluasi terhadap pengalaman wisatawan. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya beberapa kejadian yang sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, koordinasi dengan pelaku wisata terus diperkuat, terutama menjelang musim liburan yang diprediksi membawa lonjakan jumlah wisatawan. Selain pembenahan layanan, sejumlah agenda juga disiapkan untuk menjaga daya tarik destinasi wisata di Bantul.

Salah satu kegiatan yang akan digelar dalam waktu dekat adalah event Kroncong Pesisir yang dijadwalkan berlangsung di Pantai Cangkring pada 20 Juni 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menambah daya tarik wisata sekaligus memperpanjang lama kunjungan wisatawan di kawasan pantai selatan.

Peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya berdampak pada PAD Kabupaten Bantul, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar destinasi wisata. Aktivitas wisata yang meningkat turut menggerakkan usaha kuliner, penjualan oleh-oleh, jasa parkir, hingga berbagai layanan pendukung pariwisata lainnya.

"Peningkatan kunjungan wisata juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Kehadiran wisatawan turut menggerakkan aktivitas pedagang kuliner, pelaku usaha oleh-oleh, jasa parkir, hingga penyedia layanan wisata di sekitar destinasi," ucapnya.

Menurut Markus, Dinpar Bantul terus berupaya menjaga kualitas layanan dan kenyamanan wisatawan agar tren kunjungan tetap terjaga dalam jangka panjang. Persiapan menghadapi masa libur sekolah dan akhir pekan panjang juga terus dimatangkan bersama para pengelola destinasi wisata.

Selain memperkuat promosi destinasi, koordinasi dengan pelaku usaha dan pengelola wisata dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung. Upaya tersebut dinilai penting guna memberikan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para pengunjung.

“Momentum libur seperti ini menjadi kesempatan bagi sektor pariwisata untuk terus bergerak. Harapannya, kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada PAD, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata,” ujarnya.

Kunjungan Pantai Selatan Tembus Ribuan Wisatawan

Sementara itu, Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto, mengungkapkan arus kunjungan wisatawan selama libur Tahun Baru Islam tersebar dalam dua hari. Kawasan wisata pantai selatan Bantul tetap menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan selama masa libur panjang tersebut.

Pada Senin (15/6/2026), jumlah wisatawan yang masuk melalui seluruh pintu retribusi kawasan wisata tercatat mencapai 8.252 orang. Adapun pada Selasa (16/6/2026), jumlah kunjungan masih tergolong tinggi dengan total 5.286 wisatawan meskipun mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

“Kalau Senin tercatat 8.252 pengunjung, sedangkan Selasa sebanyak 5.286 pengunjung,” kata Rokhmad.

Tingginya angka kunjungan tersebut menjadi indikator bahwa kawasan wisata pantai selatan Bantul masih memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan. Kondisi ini sekaligus menjadi modal penting bagi sektor pariwisata Bantul dalam menyambut periode libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah wisatawan dalam beberapa pekan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news