Makassar Bidik Pulau Lanjukang jadi Wisata Premium Tanpa Rusak Alam

11 hours ago 5
Makassar Bidik Pulau Lanjukang jadi Wisata Premium Tanpa Rusak AlamKepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mengakselerasi proyek percontohan wisata bahari di Pulau Lanjukang dengan konsep destinasi premium berbasis kelestarian lingkungan.

Proyek ini menjadi langkah awal penataan pulau-pulau wisata secara terintegrasi di wilayah pesisir Makassar.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin, menyebut Lanjukang dipilih karena kondisinya yang masih alami dan minim intervensi pembangunan, sehingga dinilai ideal sebagai model awal pengembangan wisata bahari berkelanjutan.

“Iya, sesuai visi-misi pemerintah kota, sektor pariwisata terutama bahari jadi prioritas karena kita punya potensi pulau. Lanjukang ini kita siapkan sebagai pilot project,” ujarnya, Sabtu (04/04).

Tahapan proyek kini memasuki fase lanjutan setelah perencanaan rampung. Pemkot menargetkan proses lelang fasilitas dimulai pertengahan tahun, dengan fokus awal pada pembangunan dermaga wisata sebagai akses utama ke pulau.

“Prioritas pertama kita dermaga. Ini dermaga wisata, bukan dermaga transportasi biasa. Dari desain dan peruntukannya berbeda,” paparnya.

Dermaga tersebut kata Hendra, dirancang mampu disandari kapal pinisi, dengan panjang sekitar 80 meter menjorok ke laut.

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan ini mencapai sekitar Rp3 miliar dan menjadi komponen terbesar dalam tahap awal proyek.

“Dermaga kita desain supaya kapal pinisi bisa bersandar. Ini penting sebagai pintu masuk wisatawan,” katanya.

Tak hanya infrastruktur, Dispar juga menyiapkan konsep wisata secara menyeluruh atau end-to-end, mulai dari akses transportasi, fasilitas di pulau, hingga aktivitas wisata yang ditawarkan.

“Kita rancang dari A sampai Z. Mulai dari transportasi, fasilitas, sampai konten wisata yang bisa dinikmati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Pengembangan Pulau Lanjukang juga melibatkan kolaborasi dengan ASITA untuk pengemasan paket wisata dan promosi.

Hendra juga menegaskan, pendekatan yang diambil bukan pembangunan besar-besaran, melainkan berbasis ekowisata. Pemerintah bahkan membatasi konstruksi dan memilih material ramah lingkungan untuk menjaga ekosistem pulau Lanjukang.

“Pembangunan kita minimalisir. Kita jaga betul kelestarian alamnya. Bahkan material dermaga kita pilih kayu supaya tetap natural,” tegasnya.

Selain itu, potensi wisata seperti snorkeling, diving, hingga konservasi terumbu karang akan menjadi daya tarik utama tanpa mengorbankan kondisi lingkungan yang masih terjaga.

“Insyaallah kita target penyelesaian fasilitas dasar tahun ini, tentu kita optimistis Pulau Lanjukang akan menjadi ikon baru wisata bahari yang eksklusif sekaligus berkelanjutan kedepannya,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news