Massa Aksi Soroti Gelar Akademik Legislator Makassar Farid, Putra Wabup Gowa

12 hours ago 6
Massa Aksi Soroti Gelar Akademik Legislator Makassar Farid, Putra Wabup Gowa Koordinator lapangan Aliansi Masyarakat Sulsel, Amar (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Sejumlah massa aksi mendatangi gedung sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dan membakar ban dalam aksi menyoroti gelar akademik anggota DPRD Makassar dari Fraksi Gerindra, Muhammad Farid Rayendra, Rabu (15/7).

Massa aksi mempertanyakan penggunaan gelar Sarjana Ekonomi (SE) oleh Farid Rayendra yang merupakan anak Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin itu.

Mereka mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Makassar turun tangan dan meminta legislator tersebut memberikan klarifikasi terbuka terkait riwayat akademiknya.

Koordinator lapangan Aliansi Masyarakat Sulsel, Amar, mengatakan persoalan yang dibawa massa berangkat dari dugaan adanya kekeliruan dalam penggunaan gelar akademik Farid.

“Kami menduga adanya kekeliruan dalam penggunaan gelar akademik saudara Muhammad Farid Rayendra. Itu yang kami pertanyakan kepada kawan-kawan di Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar,” kata Amar di sela aksi.

Dalam aksinya, massa membakar ban di depan gedung sementara DPRD Makassar. Mereka meminta kejelasan mengenai perguruan tinggi, tahun kelulusan hingga identitas ijazah yang menjadi dasar penggunaan gelar akademik tersebut.

Amar mengklaim kelompoknya telah melakukan penelusuran melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Berdasarkan penelusuran itu, kata dia, massa belum menemukan data yang dinilai dapat menguatkan riwayat akademik Farid sebagaimana yang mereka pertanyakan.

“Dari penelusuran kawan-kawan, justru kami dapati di PDDikti tidak terdapat nama atau gelar yang diduga dimiliki Farid Rayendra,” ujarnya.

Amar menegaskan hasil penelusuran kelompoknya tersebut masih dalam bentuk dugaan. Karena itu, mereka mendatangi DPRD Makassar untuk menuntut klarifikasi, sekaligus meminta persoalan tersebut diperiksa oleh lembaga internal dewan.

“Ini merupakan dugaan. Yang kami sampaikan ini merupakan dugaan. Makanya kami turun ke depan Gedung DPRD Kota Makassar untuk melakukan klarifikasi,” tegas Amar.

Massa juga menuntut transparansi dokumen akademik Farid. Amar menyebut keterbukaan diperlukan untuk menjawab polemik mengenai gelar yang digunakan legislator Gerindra tersebut.

“Kalau memang betul ijazah yang digunakan, kami ingin transparansi ijazahnya. Perlu ada nomor ijazah, tahun berapa, kemudian di mana saja dia berkuliah,” katanya.

Menurut Amar, pihaknya mendapat informasi bahwa Farid memiliki riwayat pendidikan di STIE Pelita Buana. Namun, ia mengklaim penelusuran massa sejauh ini belum menemukan informasi yang mereka anggap cukup untuk menjawab keraguan tersebut.

“Katanya yang bersangkutan dari STIE Pelita Buana. Namun hari ini kami belum menemukan hal-hal yang menguatkan keabsahan gelar akademik yang digunakan,” ungkapnya.

Amar mengakui pendidikan strata satu bukan syarat mutlak bagi seseorang untuk menjadi anggota DPRD. Namun, massa menegaskan yang mereka persoalkan bukan syarat pencalonan sebagai legislator, melainkan penggunaan gelar Sarjana Ekonomi yang menurut mereka perlu dibuktikan secara terbuka.

“Betul, anggota DPR itu tidak harus S1. Cuma di dalam pencalonannya justru menggunakan gelar akademik Sarjana Ekonomi. Itulah yang kami soroti,” jelasnya.

Menurut Amar, polemik tersebut harus dijawab untuk menjaga integritas dunia pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap DPRD Kota Makassar.

“Seandainya tidak ada gelar akademik yang digunakan, kita tidak masalah. Ini marwah dunia pendidikan yang kami pertanyakan. Kemudian, kepercayaan terhadap legislatif di Kota Makassar yang kami pertaruhkan,” tukasnya.

Usai melakukan aksi di gedung sementara DPRD Makassar, aksi akan berlanjut ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news