
Flayer Aksi Donor Darah Memetri Kaistimewan DIY digelar di Pendopo Parasamya Bantul.ist
Harianjogja.com, BANTUL— Peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY akan dirayakan melalui rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan DIY di Lapangan Paseban, Bantul, Sabtu (15/8/2026). Masyarakat DIY diajak hadir dan ikut memeriahkan berbagai agenda yang disiapkan sejak pagi hingga malam.
Kegiatan utama di Lapangan Paseban dimulai dengan senam bersama pada pukul 07.00 WIB. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan kuesioner, kemudian ISOMA. Pada siang hingga sore hari, masyarakat akan disuguhi pertunjukan Jathilan yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.00-17.00 WIB.
Tak hanya menghadirkan hiburan dan pertunjukan seni, Memetri Kaistimewan DIY juga membawa sejumlah agenda sosial dan edukatif. Salah satunya aksi donor darah yang digelar di Pendopo Parasamya mulai pukul 09.00 WIB.
Ketua Panitia Pelaksana Donor Darah Memetri Kaistimewan DIY, Muhammad Nurbawa Purna Yudha, mengatakan donor darah dipilih karena memiliki nilai sosial dan kemanusiaan sekaligus dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah.
“Kami menargetkan seratus kantong darah pada aksi kemanusiaan ini,” ungkap Nurbawa yang juga menjabat sebagai Project Manager di Harian Jogja, Jumat (14/8/2026).
Untuk menarik minat masyarakat, panitia menyiapkan sejumlah hadiah dan doorprize bagi peserta donor darah. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda lipat, kipas angin, kompor, payung, serta puluhan hadiah menarik lainnya.
“Monggo ajak keluarga dan teman untuk meramaikan Memetri Kaistimewan DIY, dan bersama-sama merawat serta menghidupkan semangat Keistimewaan DIY,” ajak Nurbawa.
Ada Workshop dan Kegiatan Budaya
Selain donor darah, Pendopo Parasamya juga menjadi lokasi sejumlah kegiatan lainnya. Workshop Bisindo dijadwalkan berlangsung pukul 11.00-13.00 WIB.
Selanjutnya, masyarakat dapat mengikuti workshop Wiru Jarik dan Membuat Dluwang pada pukul 13.00-15.00 WIB. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai aspek budaya dan tradisi yang berkembang di DIY.
Memetri Kaistimewan DIY tidak hanya dirancang sebagai perayaan seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenal, merawat, sekaligus menghidupkan nilai-nilai keistimewaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat DIY.
Puncak Acara Malam Hari
Memasuki malam hari, rangkaian acara utama dimulai dengan registrasi tamu undangan pada pukul 19.00 WIB.
Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, pemutaran video recap Memetri Kaistimewan, serta laporan kegiatan. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan sambutan Gubernur DIY.
Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan peluncuran logo 14 Tahun UUK DIY dan Calendar of Event Memetri Kaistimewan.
Masyarakat yang hadir kemudian akan disuguhi pertunjukan tari kolosal bertajuk “Toneel Kaistimewan”. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu agenda utama yang menggambarkan semangat kebudayaan dan keistimewaan DIY.
Seluruh rangkaian acara malam dijadwalkan berakhir sekitar pukul 21.40 WIB.
Dengan rangkaian agenda yang berlangsung sejak pagi hingga malam, Memetri Kaistimewan DIY diharapkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk merayakan sekaligus merefleksikan perjalanan 14 tahun UU Keistimewaan DIY.
Masyarakat tidak hanya diajak menjadi penonton, tetapi juga dapat terlibat langsung melalui donor darah, senam, workshop, kegiatan budaya, hingga berbagai agenda hiburan yang telah disiapkan panitia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
4

















































