KLIKPOSITIF — Target tekanan darah untuk orang lanjut usia (lansia) selama ini menjadi perdebatan. Kekhawatiran terhadap efek samping obat, seperti pusing dan risiko jatuh, membuat sebagian kalangan menilai penurunan tekanan darah secara agresif mungkin tidak selalu tepat bagi lansia.
Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengendalian tekanan darah secara intensif pada orang berusia lanjut justru dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Pedoman tekanan darah terbaru dari American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) merekomendasikan target tekanan darah di bawah 130/80 mmHg bagi orang dewasa dengan hipertensi, dengan pertimbangan khusus untuk kelompok tertentu, termasuk orang yang memerlukan perawatan institusional atau memiliki harapan hidup terbatas.
Temuan tersebut diperkuat oleh tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada 2025. Penelitian itu menganalisis sejumlah uji klinis acak yang membandingkan strategi penurunan tekanan darah sistolik secara intensif, yakni di bawah 130 mmHg, dengan strategi yang lebih longgar.
Pada kelompok berusia 75 tahun ke atas, penurunan tekanan darah sistolik hingga di bawah 130 mmHg dikaitkan dengan penurunan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 39 persen. Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular juga lebih rendah sekitar 45 persen dibandingkan strategi pengendalian yang kurang intensif.
Yang menarik, analisis tersebut tidak menemukan peningkatan kejadian serius yang bermakna akibat pengobatan intensif. Risiko seperti jatuh, patah tulang, tekanan darah yang terlalu rendah, maupun gangguan kognitif tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok dengan target tekanan darah lebih rendah dan kelompok dengan target lebih tinggi. Hasil serupa juga ditemukan ketika analisis diperluas pada kelompok berusia 70 tahun ke atas.
Pandangan terhadap tekanan darah lansia berubah
Tekanan darah tinggi memang semakin sering ditemukan seiring bertambahnya usia. Pembuluh darah juga cenderung menjadi lebih kaku sehingga tekanan sistolik meningkat.
Dahulu, tekanan sistolik hingga sekitar 150 mmHg pada orang berusia di atas 65 tahun masih kerap dianggap dapat diterima. Namun, pemahaman tersebut mulai berubah seiring semakin kuatnya bukti bahwa tekanan sistolik yang tinggi pada lansia merupakan faktor penting yang meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.
Karena itu, banyak lansia dengan hipertensi kini dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kemungkinan mencapai tekanan sistolik di bawah 130 mmHg. Target tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, toleransi terhadap pengobatan, serta risiko kardiovaskular masing-masing individu.
Tidak selalu cukup dengan satu obat
Mencapai target tekanan darah yang lebih rendah tidak selalu dapat dilakukan dengan satu jenis obat. Pedoman AHA/ACC menyebutkan bahwa banyak pasien membutuhkan lebih dari satu obat untuk mencapai tekanan di bawah 130/80 mmHg.
Pada hipertensi yang lebih berat, penggunaan dua obat dari golongan berbeda bahkan dapat menjadi pilihan awal. Kombinasi obat bekerja melalui mekanisme yang berbeda sehingga dapat memberikan penurunan tekanan darah yang lebih efektif dibandingkan menaikkan dosis satu obat saja.
Selain obat, perubahan gaya hidup tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian tekanan darah. Pola makan sehat, pengurangan konsumsi garam, aktivitas fisik, menjaga berat badan, pengelolaan stres, serta membatasi atau menghindari alkohol direkomendasikan untuk membantu mencegah dan mengendalikan hipertensi.
Dengan demikian, target tekanan darah yang lebih rendah tampaknya juga dapat memberikan manfaat bagi banyak lansia. Namun, pencapaian target tersebut sebaiknya dilakukan secara terukur dan melalui pemantauan tenaga kesehatan, terutama pada lansia yang memiliki kondisi medis lain atau rentan mengalami efek samping obat.

8 hours ago
4


















































