Mentan Amran Bidik 8 Juta Lapangan Kerja dari Bioetanol

38 minutes ago 1

Newswire

Newswire Selasa, 22 September 2026 06:37 WIB

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pengembangan bioetanol nasional berpotensi menciptakan sekitar 8 juta lapangan kerja permanen. Target tersebut didorong melalui pengembangan kawasan produksi energi berbasis komoditas pertanian.

Amran menyampaikan hal itu seusai Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin.

Menurut Amran, pengembangan bioetanol tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Program tersebut juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pertanian.

"Kita menuju mandiri energi, tidak kalah pentingnya kalau ini terjadi, minimal itu delapan juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen. Hebat kan? Indonesia sangat luas, kami optimis bisa," kata Amran usai Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin.

Tebu, Singkong, dan Jagung Jadi Bahan Baku

Pengembangan bioetanol nasional akan memanfaatkan tiga komoditas strategis sebagai sumber bahan baku utama, yakni tebu, singkong, dan jagung.

Amran menjelaskan penciptaan lapangan kerja akan berlangsung melalui berbagai tahapan dalam rantai pengembangan bioetanol. Proses tersebut mencakup penyediaan bahan baku, pengelolaan kawasan pertanian, hingga industri pengolahan energi.

Pemerintah juga telah melakukan konsolidasi dengan 44 bupati dari berbagai daerah untuk mendukung pengembangan kawasan bioetanol secara terintegrasi.

Keterlibatan pemerintah daerah diarahkan untuk mempercepat penyiapan lahan, pemetaan potensi wilayah, serta pengembangan komoditas yang sesuai dengan kebutuhan industri bioetanol.

Butuh Lahan hingga 2 Juta Hektare

Untuk menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan, pengembangan kawasan bioetanol membutuhkan lahan sekitar 1 juta hingga 2 juta hektare.

Amran menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan lahan yang tersedia dan sesuai untuk pengembangan tanaman energi. Pemanfaatan tersebut tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Kepastian lahan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri bioetanol. Menurut Amran, ketersediaan lahan diperlukan agar investasi industri dapat berjalan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

BUMN dan Swasta Dilibatkan

Pembangunan industri bioetanol nantinya akan melibatkan BUMN dan sektor swasta melalui kerja sama investasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program pengembangan energi berbasis komoditas pertanian.

Selain membuka lapangan kerja, Amran mengatakan pengembangan bioetanol juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi petani.

Menurut dia, nilai energi yang sebelumnya dinikmati negara lain dapat berputar di dalam negeri melalui pengembangan bioetanol berbasis komoditas lokal.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat posisi sektor pertanian sebagai pendukung utama transisi energi nasional.

Pemerintah, lanjut Amran, terus mendorong pengembangan energi berbasis pertanian sebagai langkah menuju kedaulatan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi impor.

Amran optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta dapat mempercepat terwujudnya industri bioetanol nasional.

Mentan Targetkan E50

Amran menegaskan pengembangan bioetanol akan dilakukan dengan mengoptimalkan komoditas pertanian lokal. Tebu, singkong, dan jagung akan diarahkan menjadi bahan baku energi.

"Ini cetak tebu, tanam tebu, tanam ubi, tanam jagung, kita jadikan etanol. Sebelumnya, biodiesel B50 sudah jadi kenyataan, tidak impor solar kan sekarang? Insya Allah, ke depan E50," tegas Amran.

Melalui pengembangan bioetanol berbasis komoditas lokal tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan sektor energi dan pertanian dapat berjalan bersama. Pada akhirnya, program itu diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news