Jumali Rabu, 27 Mei 2026 13:17 WIB

Foto ilustrasi Motogp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu ciri khas MotoGP yang telah bertahan selama lebih dari satu dekade, yakni penggunaan dua motor utuh di garasi, kini menghadapi ancaman perubahan.
Motorsport melaporkan, Asosiasi Pabrikan (MSMA) dan promotor kejuaraan tengah merancang regulasi baru yang mengusulkan pembatasan menjadi hanya satu motor per pembalap mulai musim 2027. Usulan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi biaya operasional yang dinilai krusial seiring dengan dimulainya era pengembangan mesin baru berkapasitas 850cc.
Di balik usulan ini, para pabrikan mengincar efisiensi finansial yang mencakup pengurangan jumlah teknisi serta biaya produksi dan perawatan komponen. Meski angka pasti penghematan belum dirilis, langkah ini dipandang sebagai kompensasi logis mengingat tingginya investasi yang diperlukan untuk pengembangan mesin generasi terbaru.
Skenario yang tengah dipertimbangkan adalah mengadopsi protokol seperti WorldSBK atau Formula 1, di mana motor cadangan hanya akan diizinkan disimpan di area terbatas dan hanya boleh digunakan jika motor utama mengalami kerusakan sasis yang fatal.
Perubahan regulasi ini dipastikan bakal memicu perombakan strategi balapan yang fundamental. Selama ini, dua motor memungkinkan tim menguji berbagai setelan suspensi atau konfigurasi mesin secara bersamaan di sesi latihan.
Jika aturan satu motor diterapkan, ruang eksperimen akan menyempit drastis, sehingga setiap pembalap dan tim harus lebih berani mengambil keputusan tanpa "jaring pengaman" motor cadangan. Risiko kecelakaan saat sesi latihan pun akan menjadi jauh lebih besar, karena kerusakan serius pada motor berisiko mengakhiri sesi lebih awal bagi pembalap tersebut.
Dampak paling ikonik yang akan terasa bagi penonton adalah hilangnya prosedur flag-to-flag yang selama ini menjadi bumbu drama saat balapan hujan. Sebagai gantinya, otoritas balap tengah mempertimbangkan dua opsi mekanisme baru, yakni menghentikan balapan sementara dengan Red Flag atau menerapkan pit stop dengan batasan waktu minimum bagi mekanik untuk mengganti ban.
Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap negosiasi intensif antara pihak promotor, pabrikan, dan tim. Apabila disetujui oleh Komisi Grand Prix, era baru MotoGP yang lebih intens dan strategis ini akan tertuang dalam regulasi resmi periode 2027-2031 dalam beberapa bulan mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

12 hours ago
7

















































