PBNU Matangkan Persiapan Muktamar NU 35 Agustus 2026

6 hours ago 3

Harianjogja.com, JAKARTA—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) giat memfinalisasi tahapan menuju Muktamar NU ke-35 yang direncanakan pada Agustus 2026. Upaya ini mencakup pembentukan panitia kecil untuk urusan teknis penyelenggaraan.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, menyatakan hal itu saat berada di Bandarlampung, Minggu (26 April 2026). "Persiapan menuju Muktamar NU ke-35 terus berjalan dan kini memasuki tahap pematangan," katanya.

Menurut Gus Ipul, yang juga Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), panitia kecil telah terbentuk dan kini merampungkan susunan kepanitiaan lengkap. "Persiapan terus berjalan. Panitia kecil sudah dibentuk dan sedang menuntaskan susunan kepanitiaan yang diperlukan untuk pelaksanaan Muktamar,” ujarnya.

Fokus utama saat ini tertuju pada penyelesaian administrasi kepengurusan, terutama penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi pengurus wilayah dan cabang sebagai peserta muktamar. Untuk mempercepatnya, PBNU telah membentuk tim panel yang dipimpin Muhammad Nuh. “Tim panel bertugas melakukan verifikasi dan penuntasan SK agar seluruh peserta memiliki legalitas yang sah sebelum muktamar berlangsung,” tambah Gus Ipul.

Ia juga mengimbau pengurus wilayah serta cabang segera melengkapi administrasi dan kesiapan teknis lainnya, sementara tim terus menuntaskan seluruh SK. Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum Moh Mukri menjelaskan, tim panel turut memverifikasi dinamika internal organisasi. “Termasuk penyelarasan keputusan-keputusan sebelumnya agar seluruh proses berjalan kondusif,” ungkapnya.

PBNU optimistis semua tahapan rampung tepat waktu demi kelancaran Muktamar NU ke-35. “Insya Allah muktamar akan dilaksanakan pada 1 hingga 5 Agustus, sementara lokasi masih dalam pembahasan dan akan dikonsultasikan lebih lanjut oleh pimpinan,” pungkas Gus Ipul.

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang berdiri pada 31 Januari 1926 di Surabaya dengan semangat mempertahankan tradisi keagamaan serta kedaulatan bangsa.

Sebagai pilar penting moderasi beragama, NU konsisten mengusung konsep Islam Wasathiyah atau Islam Nusantara yang menjunjung tinggi toleransi, keadilan, dan keseimbangan di tengah keberagaman masyarakat.

Organisasi yang didirikan oleh K.H. Hasyim Asy'ari ini tidak hanya berfokus pada urusan dakwah dan pendidikan melalui jaringan pesantrennya yang luas, tetapi juga aktif berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjaga stabilitas nasional melalui komitmen teguh terhadap kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news