
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko saat melakukan pemantauan aktivitas nyobok di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Foto diambil beberapa waktu./ Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 Pelabuhan Sadeng
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas memancing dengan cara "nyobok" di kawasan Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, terus menjadi daya tarik bagi para penghobi memancing. Namun, para pemancing diingatkan untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan karena aktivitas tersebut memiliki risiko tinggi apabila dilakukan tanpa persiapan yang memadai.
Kasat Polair Polres Gunungkidul, AKP Wawan Anggoro, mengatakan Pantai Wediombo dikenal sebagai salah satu destinasi favorit bagi wisatawan maupun pemancing. Selain menikmati panorama pantai dan aktivitas bermain air, tidak sedikit pengunjung yang datang khusus untuk berburu ikan di kawasan tersebut.
Menurutnya, metode memancing yang dilakukan sebagian pemancing di Wediombo berbeda dengan memancing pada umumnya. Selain memancing dari tebing atau bebatuan karang, sebagian pemancing memilih turun langsung ke laut untuk mencari posisi terbaik menangkap ikan.
"Metode ini dikenal dengan istilah nyobok," kata Wawan, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan karena memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Pemancing harus memahami kondisi lokasi, karakter ombak, serta potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Karena itu, penggunaan alat keselamatan menjadi hal yang wajib diperhatikan. Pemancing diminta selalu mengenakan pelampung serta menyiapkan perlengkapan pendukung lainnya, termasuk tali pengaman saat berada di area yang rawan.
"Keselamatan harus menjadi prioritas. Gunakan pelampung dan perlengkapan pengaman lainnya saat memancing di laut," ujarnya.
Selain perlengkapan keselamatan, pemancing juga diminta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum memutuskan turun ke lokasi memancing. Menurut Wawan, perubahan cuaca dan arus laut dapat terjadi dalam waktu singkat sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
Imbauan serupa disampaikan Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko. Ia menuturkan Pantai Wediombo memiliki sejumlah titik favorit bagi para pemancing karena dikenal sebagai lokasi yang menghasilkan tangkapan cukup baik.
Meski demikian, medan di kawasan tersebut tidak mudah. Banyak area yang memiliki palung laut dan hamparan batu karang sehingga membutuhkan pengalaman serta pemahaman kondisi lapangan yang baik.
"Selain ada palung, medannya juga berbatu sehingga pemancing harus benar-benar memahami lokasi yang digunakan," kata Sunu.
Menurutnya, sebagian besar pemancing saat ini sudah mulai sadar pentingnya keselamatan dengan mengenakan pelampung saat melakukan aktivitas nyobok. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama ketika kondisi laut sedang tidak bersahabat.
Ia mengingatkan agar pemancing tidak memaksakan diri turun ke laut saat arus sedang kuat atau gelombang tinggi. Aktivitas memancing sebaiknya dilakukan ketika kondisi laut relatif tenang untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
"Kalau gelombang tinggi atau arus kuat, lebih baik ditunda. Keselamatan jauh lebih penting daripada hasil tangkapan," ujarnya.
Di sisi lain, aktivitas memancing di Pantai Wediombo juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat maupun para penghobi. Hasil tangkapan yang diperoleh kerap dibeli langsung oleh wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai.
Ikan yang masih segar dan baru ditangkap menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kondisi tersebut membuat sebagian pemancing tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan dari hasil tangkapannya.
Meski memiliki potensi ekonomi dan rekreasi yang menarik, para pemancing diingatkan untuk tetap mengedepankan keselamatan saat beraktivitas. Dengan mematuhi prosedur keamanan dan memperhatikan kondisi cuaca, risiko kecelakaan laut di kawasan Pantai Wediombo diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
1

















































