PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana banjir. Salah satu langkah yang kini digenjot adalah rehabilitasi sistem drainase di Kawasan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan infrastruktur dasar kota kembali berfungsi optimal sekaligus memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan percepatan rehabilitasi infrastruktur dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan yang terlihat, tetapi harus diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan mampu menunjang aktivitas masyarakat.
“Tugas kita bukan sekadar membangun kembali apa yang rusak, melainkan memastikan bahwa infrastruktur, ekonomi, dan kehidupan sosial warga terbangun lebih baik,” kata Malvi Hendri saat meninjau pekerjaan rehabilitasi drainase di Kawasan Tabing Banda Gadang, Senin (10/8/2026).
Ia menyebut, langkah tersebut menjadi semakin penting setelah Kota Padang kembali menghadapi bencana banjir pada 3 Agustus 2026. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Padang menyebabkan genangan dan banjir di berbagai kawasan serta berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
“Apalagi tanggal 3 Agustus kemarin kita baru saja diuji kembali dengan bencana banjir,” ujarnya.
Menurut Malvi, pemerintah tidak bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan tersebut. Penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik antarorganisasi perangkat daerah maupun dengan unsur masyarakat dan pihak terkait lainnya.
“Kita tetap berkolaborasi dengan berbagai pihak dan bertahap akan kita perbaiki satu-persatu sesuai kewenangan Pemerintah Kota Padang,” katanya.
Salah satu pekerjaan yang kini dilaksanakan Dinas PUPR adalah Rehabilitasi Drainase Paket 11 di Kawasan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kembali fungsi jaringan drainase sebagai bagian penting dari sistem pengendalian aliran air di kawasan perkotaan.
Rehabilitasi drainase dinilai memiliki peran strategis, terutama bagi kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi. Saluran yang berfungsi baik diharapkan mampu memperlancar aliran air sehingga air hujan tidak mudah tertahan dan menimbulkan genangan.
Pekerjaan Rehabilitasi Drainase Paket 11 tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2026. Nilai pekerjaan mencapai Rp5.956.144.495, dengan Nomor Kontrak 69/KONT-SDA/TKD-DAU/PUPR/2026.
Pelaksanaan pekerjaan fisik dipercayakan kepada kontraktor pelaksana CV Teguh Satria Perkasa dengan jangka waktu pelaksanaan selama 132 hari kalender.
Malvi mengatakan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur drainase merupakan bagian dari langkah bertahap Pemko Padang dalam memperkuat sistem pengelolaan air perkotaan. Pemerintah, kata dia, terus memetakan kebutuhan penanganan di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta kewenangan pemerintah daerah.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pemulihan pascabencana yang dilakukan Pemko Padang setelah banjir yang melanda sejumlah kawasan pada awal Agustus. Infrastruktur drainase menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian karena keberadaan saluran air sangat berkaitan dengan kemampuan kawasan dalam mengalirkan limpasan air hujan.
Melalui rehabilitasi di Tabing Banda Gadang, Pemko Padang berharap kapasitas dan fungsi saluran dapat kembali optimal. Dengan demikian, air dapat mengalir lebih lancar dan potensi terjadinya genangan maupun banjir dapat diminimalkan.
Selain memberikan dampak terhadap pengendalian air, perbaikan drainase juga diharapkan mendukung kelancaran aktivitas warga. Infrastruktur yang berfungsi baik akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan sosial maupun ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan dan kewenangan. Penanganan tidak hanya diarahkan pada respons terhadap kerusakan akibat bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan infrastruktur kota.
Bagi pemerintah daerah, kondisi geografis dan cuaca yang dapat berubah cepat membuat pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan upaya mitigasi. Karena itu, rehabilitasi drainase menjadi salah satu investasi penting untuk mengurangi risiko dampak banjir terhadap masyarakat.
Malvi menambahkan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai infrastruktur yang membutuhkan penanganan. Setiap persoalan akan diupayakan ditangani secara bertahap agar proses pemulihan berjalan efektif dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Kita perbaiki satu-persatu sesuai kewenangan Pemerintah Kota Padang,” tegasnya.
Rehabilitasi Drainase Paket 11 di Tabing Banda Gadang pun diharapkan tidak hanya menjadi proyek perbaikan fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem infrastruktur kota yang lebih tangguh. Dengan dukungan berbagai pihak dan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, pemerintah berharap kawasan tersebut semakin siap menghadapi potensi hujan lebat dan genangan di kemudian hari.

4 hours ago
1


















































