Semarak Maulid Nabi di Kuranji, Maigus Nasir: Momentum Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif

1 hour ago 1

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Kegiatan yang dipadukan dengan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) itu menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda agar tumbuh dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak mulia.

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut digelar Badan Kerja Sama (BKS) TPQ-TQA Kecamatan Kuranji di Masjid Al Muhajirin, Komplek Papcy, Kelurahan Ampang, Kota Padang, Minggu (9/8/2026).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi pelaksanaan Semarak Maulid Nabi yang melibatkan anak-anak dari berbagai kelurahan di Kecamatan Kuranji. Menurut dia, kegiatan keagamaan seperti itu memiliki arti penting dalam membentuk karakter anak sejak dini sekaligus menjadi salah satu upaya membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.” Sebanyak 165 peserta ambil bagian dalam rangkaian perlombaan yang berasal dari sembilan kelurahan se-Kecamatan Kuranji.

Maigus mengatakan, kegiatan keagamaan yang menghadirkan anak-anak dalam suasana positif perlu terus mendapat dukungan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, lingkungan pendidikan keagamaan dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan bekal moral dan spiritual.

“Kegiatan seperti ini perlu kita sambut dengan kegembiraan dan apresiasi penuh. Ini merupakan salah satu solusi untuk menyelamatkan anak-anak kita, terutama kalangan pelajar, dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” kata Maigus.

Menurut dia, ancaman terhadap generasi muda tidak hanya datang dari lingkungan pergaulan, tetapi juga dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba hingga kenakalan remaja. Karena itu, anak-anak perlu diarahkan kepada kegiatan yang memberikan nilai pendidikan, pembinaan karakter dan penguatan keimanan.

Melalui kegiatan MTQ dan rangkaian Semarak Maulid Nabi, kata Maigus, anak-anak tidak hanya didorong untuk memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin anak-anak kita tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Maigus menegaskan, peringatan Maulid Nabi harus dimaknai sebagai momentum untuk kembali mengenalkan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda. Nilai kejujuran, kesantunan, kepedulian, kedisiplinan dan penghormatan kepada sesama merupakan bagian dari akhlak Rasulullah yang perlu ditanamkan sejak dini.

Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Kompetisi MTQ hendaknya menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan sehingga anak-anak yang terlibat semakin termotivasi untuk belajar Al-Qur’an dan memperdalam ilmu agama.

“Jangan hanya menjadikan ini sebagai perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda agar mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Maigus juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pendidikan keagamaan melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau.

Program tersebut, menurut dia, diarahkan untuk memperkuat fungsi masjid dan surau sebagai pusat pembinaan generasi muda. Berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi dan mengembangkan potensi mereka.

Pemerintah Kota Padang berharap keberadaan Smart Surau dapat semakin mendekatkan anak-anak dengan Al-Qur’an. Dengan demikian, pendidikan yang diterima tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kecerdasan spiritual dan karakter.

“Berbagai kegiatan keagamaan dalam Program Smart Surau diharapkan dapat menjadi media untuk memotivasi anak-anak agar lebih dekat dengan Al-Qur’an,” kata Maigus.

Semarak Maulid Nabi di Masjid Al Muhajirin pun menjadi gambaran bagaimana pembinaan generasi muda dapat dilakukan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan Al-Qur’an, masyarakat, pemerintah dan tokoh agama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Buya Iskandar, Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Fauzi Bahar Datuak Sati, Ketua BKS TPQ-TQA Kota Padang M. Darnalis serta Ketua Panitia Ali Rizal.

Ketua Panitia Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Ali Rizal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja BKS TPQ-TQA Kecamatan Kuranji. Pelaksanaannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan yang menjadi bagian dari Program Smart Surau Pemerintah Kota Padang.

Menurut Ali, momentum Maulid Nabi memiliki makna yang sangat penting dalam proses pendidikan anak-anak. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sosok Nabi Muhammad SAW secara lebih dekat kepada generasi muda sekaligus menanamkan kecintaan terhadap beliau.

“Kegiatan ini merupakan sarana untuk menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW di dalam hati anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ali.

Ia menambahkan, keterlibatan 165 peserta dari sembilan kelurahan menunjukkan tingginya antusiasme anak-anak dan lembaga TPQ-TQA dalam mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Hal itu sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di tingkat kecamatan.

Ali berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang semakin luas. Menurut dia, pembinaan keagamaan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan konsistensi, dukungan orang tua, guru mengaji, tokoh masyarakat dan pemerintah.

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kuranji akhirnya tidak hanya menghadirkan semangat kompetisi di antara para peserta MTQ. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk meneguhkan kembali pentingnya pendidikan agama dan keteladanan Rasulullah SAW dalam membentuk karakter anak-anak.

Di tengah derasnya berbagai pengaruh yang mengiringi pertumbuhan generasi muda, pesan yang dibawa dari Masjid Al Muhajirin itu menjadi semakin relevan: membangun generasi masa depan tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan iman, ilmu dan akhlak yang kuat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news