Pengurus Baru DPC PKB se-DIY Sowan ke PWNU, Perkuat Sinergi NU-PKB

2 hours ago 3

Pengurus Baru DPC PKB se-DIY Sowan ke PWNU, Perkuat Sinergi NU-PKB

Pengurus baru DPC PKB se-DIY bersilaturahmi ke PWNU DIY untuk memperkuat sinergi historis, ideologis, dan kerja sama organisasi. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Jajaran pengurus baru Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-DIY langsung bergerak membangun konsolidasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) setelah ditetapkan secara definitif oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB. Langkah tersebut diwujudkan melalui silaturahmi ke sejumlah tokoh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY sebagai upaya memperkuat sinergi NU-PKB di tingkat daerah.

Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) itu diikuti unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC PKB kabupaten/kota se-DIY. Rombongan lebih dahulu menemui Rais Syuriah PWNU DIY, KH. Mas'ud Masduqi, di kediamannya di Sleman. Setelah itu, mereka melanjutkan agenda silaturahmi dengan Ketua PWNU DIY, KH. Zuhdi Muhdlor, beserta jajaran Tanfidziyah dan Sekretaris PWNU DIY.

Selain menjadi ajang memperkenalkan susunan kepengurusan baru DPC PKB pascapenetapan dari DPP, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk meminta arahan, nasihat, serta doa restu dari para ulama guna menguatkan langkah organisasi ke depan.

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, mengatakan tradisi sowan kepada para kiai merupakan bagian penting dari kultur organisasi yang harus terus dijaga. Menurutnya, silaturahmi tersebut tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kelembagaan antara PKB dan NU.

"Kunjungan ini menjadi wadah mengenalkan komposisi KSB DPC PKB se-DIY yang baru didefinisikan oleh pusat. Kami sangat mengharapkan wejangan, bimbingan spiritual, serta doa dari para masayikh agar langkah PKB ke depan senantiasa solid, konsisten, dan diberi kelancaran dalam memegang mandat kepartaian," tutur Umaruddin.

Ia menilai dukungan moral dari para ulama dan warga Nahdliyin menjadi modal penting bagi PKB dalam memperkuat peran politiknya sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, seluruh pengurus DPC yang baru ditetapkan diminta segera menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di daerah masing-masing.

"Kami mewajibkan seluruh pengurus DPC yang baru untuk segera sowan ke jajaran PCNU setempat. Keharmonisan dan kerja sama produktif antara NU dan PKB di tanah Mataram ini wajib dirawat demi kepentingan jemaah dan masyarakat luas," imbuhnya.

PWNU DIY Soroti Keterikatan Historis NU dan PKB

Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua PWNU DIY, KH. Zuhdi Muhdlor, menegaskan bahwa hubungan NU dan PKB tidak hanya dibangun atas dasar kedekatan organisasi, tetapi juga memiliki akar sejarah, ideologi, dan basis sosial yang sama. Menurutnya, upaya mempererat komunikasi dan kolaborasi antara kedua pihak merupakan langkah positif yang perlu terus dijaga.

"Secara ideologi, sejarah, maupun sosiologis, NU dan PKB itu punya benang merah yang mustahil dipisahkan. Maka, ikhtiar dari rekan-rekan PKB untuk terus merajut keakraban dan kerja bersama dengan NU ini adalah hal yang sangat positif," jelas KH. Zuhdi Muhdlor.

KH. Zuhdi Muhdlor menjelaskan, keberadaan PKB yang kini memasuki usia 28 tahun tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang NU yang telah berdiri lebih dari satu abad. Dalam pandangannya, PKB lahir dari gagasan dan cita-cita besar para pendiri Nahdlatul Ulama sebagai ruang perjuangan politik yang membawa aspirasi warga Nahdliyin.

Karena itu, berbagai agenda politik yang diperjuangkan PKB, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif, dinilai merupakan bagian dari ikhtiar menjalankan amanah yang diwariskan para ulama pendahulu.

"Sinergi yang kokoh harus menjadi fondasi utama dalam bergerak melayani umat. Saya mengapresiasi spirit kebersamaan ini. Jika komunikasi terjalin erat, segala ikhtiar demi kemaslahatan warga Nahdliyin dan masyarakat DIY pasti akan lebih mudah diwujudkan," kuncinya.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen untuk terus menjaga komunikasi yang konstruktif serta memperkuat kerja sama program antara NU dan PKB. Langkah itu diharapkan dapat mendukung penguatan umat Islam moderat, memperkuat organisasi, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di DIY melalui berbagai agenda yang akan dijalankan bersama pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news