Pergantian Kiswah Ka\'bah 1 Muharram, Simbol Hijrah dan Harapan Baru

2 hours ago 2

Harianjogja.com, MAKKAH—Pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram kembali menjadi perhatian jutaan umat Islam di seluruh dunia. Prosesi sakral yang menandai datangnya Tahun Baru Hijriah itu tidak hanya menghadirkan pemandangan menakjubkan di Masjidil Haram, tetapi juga menyimpan makna spiritual mendalam tentang hijrah, pembaruan diri, dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik.

Sejak sore hari, suasana di sekitar Ka'bah mulai berbeda. Ribuan jamaah yang memenuhi area tawaf Masjidil Haram tampak menantikan salah satu tradisi paling bersejarah dalam kalender Islam. Di tengah aktivitas ibadah yang terus berlangsung, petugas khusus dari otoritas Masjidil Haram mulai melakukan persiapan pergantian Kiswah Ka'bah yang berlangsung secara bertahap hingga menjelang dini hari.

Bayang-bayang menara Masjidil Haram perlahan memanjang ketika azan berkumandang di Kota Makkah. Di pelataran tawaf, lautan manusia tidak hanya larut dalam doa, tetapi juga menunggu dimulainya prosesi penggantian kain penutup Ka'bah yang menjadi pusat kiblat umat Islam.

Sejumlah petugas terlihat bersiaga di sekitar bangunan suci berbentuk kubus tersebut. Bahkan, sebagian di antaranya telah berada di atas atap Ka'bah untuk menjalankan tugas melepas kiswah lama dan memasang kiswah baru.

Menyaksikan secara langsung prosesi pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram menghadirkan pengalaman spiritual yang sulit dilupakan. Waktu terasa berjalan perlahan ketika petugas bekerja secara sistematis, penuh ketelitian, dan penghormatan terhadap bangunan paling suci bagi umat Islam itu.

Dari menjelang Magrib hingga larut malam, setiap ikatan yang menahan kiswah lama dilepas secara bertahap. Proses tersebut menjadi bagian dari transisi simbolis yang menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah.

Puncak prosesi berlangsung menjelang tengah malam. Di bawah sorotan lampu Masjidil Haram yang terang benderang, kiswah baru mulai dinaikkan secara bersamaan ketika kiswah lama diturunkan dari empat sisi Ka'bah.

Kain sutra hitam baru yang menutupi Ka'bah tampak berkilau saat cahaya mengenai sulaman kaligrafi berwarna emas. Pemandangan tersebut disaksikan ratusan ribu jamaah yang terus melantunkan talbiyah dan selawat menyambut datangnya 1 Muharram dengan penuh haru dan kekhusyukan.

Makna Spiritual Pergantian Kiswah Ka'bah

Pergantian Kiswah Ka'bah bukan sekadar seremoni tahunan atau tradisi yang memikat perhatian jamaah. Di balik prosesi tersebut tersimpan pesan spiritual yang kuat tentang pembaruan diri dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Tradisi penggantian kiswah pada awal Tahun Baru Hijriah dipandang sebagai simbol lahirnya semangat baru bagi umat Islam.

Ka'bah yang mengenakan balutan kain baru seakan mengajak setiap Muslim untuk meninggalkan berbagai kesalahan masa lalu dan membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih tulus, serta ketakwaan yang semakin kuat.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa nilai hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga transformasi menuju akhlak dan kehidupan yang lebih baik.

Jutaan Tangan Menyentuh Kiswah Setiap Tahun

Selain memiliki makna spiritual, pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram juga dilakukan demi menjaga kualitas fisik kain penutup Ka'bah.

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara datang ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Di tengah pelaksanaan tawaf, banyak jamaah berusaha menyentuh, mengusap, mencium, bahkan memeluk dinding Ka'bah sambil memanjatkan doa dan harapan. Interaksi jutaan orang tersebut menyebabkan kiswah mengalami keausan sehingga perlu diganti secara berkala.

Pembaruan kiswah dilakukan untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kesucian penutup Ka'bah agar tetap terpelihara dengan baik.

Jadwal Pergantian Kiswah Berubah sejak 2022

Prosesi pergantian Kiswah Ka'bah sempat mengalami perubahan jadwal dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, penggantian kiswah rutin dilaksanakan setiap 9 Dzulhijjah ketika jamaah haji sedang menjalani wukuf di Padang Arafah.

Pada saat itu, kondisi Masjidil Haram relatif lebih lengang sehingga proses pergantian dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Namun, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pada 2022 atau bertepatan dengan 1444 Hijriah menetapkan perubahan jadwal menjadi 1 Muharram.

Dengan perubahan tersebut, jutaan jamaah yang masih berada di Makkah memiliki kesempatan menyaksikan langsung prosesi sakral tersebut.

Kebijakan ini juga dinilai memperkuat syiar Islam karena pergantian kiswah kini dapat disaksikan lebih banyak umat dari berbagai negara.

Mahakarya Seni Islam dengan Benang Emas dan Perak

Keindahan kiswah tidak hanya terletak pada warna hitamnya yang khas, tetapi juga pada proses pembuatannya yang sangat kompleks.

Kiswah Ka'bah dibuat menggunakan sutra hitam murni berkualitas tinggi yang dihiasi sulaman ayat-ayat suci Al-Qur'an. Kaligrafi tersebut dirajut menggunakan puluhan kilogram benang emas dan perak murni oleh para perajin ahli di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah Suci di Makkah.

Setiap bagian dikerjakan dengan tingkat presisi tinggi sehingga menghasilkan karya seni Islam yang menjadi simbol penghormatan terhadap Baitullah.

Tahap akhir pembuatan Kiswah Ka'bah terbaru telah rampung sebelum dipasang pada 1 Muharram. Proses produksi dimulai dengan pemasangan lapisan katun putih pada bagian dalam yang kemudian disatukan dengan panel-panel sutra bersulam kaligrafi dan ornamen Islami.

Kepala Departemen Penjahitan Kiswah Ka'bah, Salah Al-Sulami, menjelaskan bahwa setiap panel sutra memiliki ukuran sekitar 14 meter x 1 meter sebelum disambungkan menjadi satu kesatuan utuh.

Proses penyambungan dilakukan menggunakan salah satu mesin jahit terbesar yang digunakan dalam pembuatan kiswah. Mesin tersebut dilengkapi sistem kendali berbasis laser yang mampu mengarahkan jalur jarum dan benang secara presisi untuk memastikan keselarasan setiap sambungan.

Teknologi tersebut memungkinkan setiap komponen kiswah diproduksi dengan tingkat akurasi dan konsistensi yang sangat tinggi sehingga menghasilkan karya yang memenuhi standar kualitas terbaik.

Menjelang dini hari, seluruh rangkaian pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram akhirnya tuntas. Ka'bah kembali berdiri dengan balutan sutra hitam baru yang memancarkan kewibawaan, sementara kaligrafi emas yang menghiasinya menjadi bagian dari penanda dimulainya Tahun Baru Hijriah. Di saat yang sama, jutaan umat Islam yang menyaksikan prosesi tersebut membawa harapan baru, doa-doa yang terus dipanjatkan, serta semangat hijrah yang kembali diperbarui memasuki tahun yang baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news