Foto ilustrasi penemuan mayat - jenazah. / Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Lansia 68 tahun inisial S tewas tersambar petir di persawahan Semampir Panjangrejo saat cari jerami bareng tiga rekan di tengah hujan deras pukul 11.18 WIB Rabu (22/4/2026). Cuaca ekstrem Bantul berubah mendadak, BMKG prediksi hujan lebat disertai petir sejak pagi.
Korban warga Seloharjo Pundong, Bantul. Bersama Surami (60), Tumini (50), dan Mustanto (60) masih lanjut aktivitas meski hujan mengguyur.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto bilang korban sempat mau berteduh.
“Hujan turun saat korban dan para saksi sedang mencari jerami. Korban sempat berniat berteduh,” ujar Rita.
Luka Bakar Dada dan Pakaian Robek Khas Petir
Saat jalan cari tempat aman, petir sambar korban langsung ambruk tak sadar. Saksi Surami minta tolong warga, ambulans Puskesmas Kretek evakuasi ke RS Rahma Husada.
Tim medis dan Inafis Polres temukan luka bakar dada serta pakaian rusak. “Dari hasil pemeriksaan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana,” kata Rita.
Jenazah diserah keluarga untuk dimakamkan. Musibah alam murni, bukan tindak pidana.
Imbauan BMKG: Jauhi Sawah dan Area Terbuka
Kasus mirip petani Sleman tewas berteduh gubuk Februari lalu. BMKG catat potensi petir tinggi Bantul 22-23 April 2026.[8]
“Kami minta masyarakat terus waspada dengan cuaca ekstrem perubahan dari musim penghujan ke kemarau. Waspadai lingkungan sekitar dan terus perbaharui informasi cuaca terkini,” pungkas Rita.
Hindari sawah terbuka, pohon tinggi, atau tiang listrik saat kilat—cari ruang tertutup rendah.
Waspadai bahaya petir dengan segera cari perlindungan di ruangan tertutup atau bangunan berpenangkal petir saat kilat dan guntur terdengar, hindari area terbuka seperti sawah, ladang, atau lapangan olahraga.
Jauhi pohon tinggi, tiang listrik, air menggenang, serta benda logam karena petir cenderung menyambar titik tertinggi; berjongkok rendah dengan kaki rapat sambil tutup kepala jika tak ada tempat teduh.
Jangan gunakan ponsel, colok listrik, atau mandi air mengalir karena konduktor listrik tingkatkan risiko; pantau prakiraan BMKG sebelum aktivitas luar ruang, terutama transisi musim hujan-kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
2
















































