Pizza Hut Resmi Dijual, CEO Global Aaron Powell Mundur

25 minutes ago 1

Jumali

Jumali Rabu, 02 September 2026 10:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Pizza Hut resmi berganti kepemilikan setelah Yum! Brands menyelesaikan penjualan jaringan restoran pizza tersebut melalui dua transaksi dengan nilai gabungan sekitar US$2,7 miliar.

Transaksi yang rampung pada 1 September 2026 itu sekaligus mengakhiri posisi Pizza Hut sebagai salah satu merek utama di bawah Yum! Brands, perusahaan yang juga menaungi KFC dan Taco Bell.

Namun, penjualan tersebut tidak berarti seluruh bisnis Pizza Hut berpindah ke satu perusahaan.

Yum! Brands melepas bisnis Pizza Hut di luar China daratan kepada LongRange Capital dengan nilai sekitar US$1,5 miliar. Sementara bisnis Pizza Hut di China daratan sebelumnya telah dijual secara terpisah kepada Yum China Holdings dengan nilai sekitar US$1,2 miliar.

Dengan demikian, LongRange Capital kini menjadi pemilik bisnis Pizza Hut di Amerika Serikat dan berbagai pasar internasional di luar China daratan. Transaksi tersebut mencakup lebih dari 15.500 restoran di lebih dari 100 negara.

Yum! Brands menyatakan transaksi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjadi bisnis yang lebih fokus. Sementara bagi Pizza Hut, kepemilikan baru diharapkan memberikan ruang untuk memperkuat operasional dan mengejar pertumbuhan kembali.

Aaron Powell Tinggalkan Pizza Hut

Pergantian pemilik juga diikuti perubahan di tingkat manajemen.

Aaron Powell resmi mengundurkan diri dari posisi CEO global Pizza Hut dan jabatan lainnya di Yum! Brands efektif 1 September 2026. Powell sebelumnya memimpin Pizza Hut sejak 2021.

Kepergian Powell sebenarnya sudah diketahui sebelum transaksi selesai. Dalam unggahan di LinkedIn pada Agustus 2026, ia mengatakan akan meninggalkan posisi CEO setelah penjualan kepada LongRange Capital rampung.

Menariknya, LongRange Capital sempat menawarkan Powell untuk tetap menjalankan peran di Pizza Hut setelah transaksi selesai. Namun, Powell memilih menjadikan penyelesaian transaksi sebagai waktu untuk mengakhiri kiprahnya di perusahaan tersebut.

Dengan mundurnya Powell, Pizza Hut kini harus melanjutkan agenda pemulihan bisnis di bawah struktur kepemilikan baru.

Mengapa Pizza Hut Dijual?

Penjualan Pizza Hut tidak terlepas dari tekanan bisnis yang dihadapi jaringan restoran tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Yum! Brands sebelumnya memulai kajian strategis terhadap Pizza Hut pada November 2025. Pada Juni 2026, perusahaan kemudian mengumumkan kesepakatan penjualan dengan LongRange Capital dan Yum China.

Untuk bisnis Pizza Hut di luar China daratan, performa yang melemah menjadi salah satu pertimbangan utama. Reuters melaporkan bisnis tersebut menghadapi tekanan akibat inflasi, meningkatnya biaya komoditas, melemahnya permintaan, serta persaingan yang semakin ketat.

Perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan baru.

Meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 turut menjadi perhatian industri restoran. Obat tersebut dapat mengurangi nafsu makan dan mendorong sebagian konsumen mengubah pola makan, sehingga berpotensi memengaruhi permintaan terhadap makanan cepat saji.

Kondisi itu membuat Pizza Hut membutuhkan strategi baru untuk mempertahankan pelanggan sekaligus memperbaiki kinerja restoran.

Apa yang Berubah bagi Pizza Hut?

Di bawah LongRange Capital, Pizza Hut memasuki fase baru dengan fokus pada pemulihan bisnis di luar China daratan.

LongRange merupakan perusahaan private equity yang menempatkan pendekatan operasional dan orientasi terhadap konsumen sebagai bagian dari strateginya. Yum! Brands sebelumnya menyebut struktur kepemilikan baru tersebut diharapkan memberi Pizza Hut dukungan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Yum! Brands juga tidak sepenuhnya memutus hubungan operasional dengan bisnis Pizza Hut di luar China. Berdasarkan kesepakatan, perusahaan masih akan menyediakan platform teknologi Byte by Yum! serta sejumlah layanan korporasi dalam masa transisi.

Sementara itu, Yum! Brands akan menggunakan hasil bersih dari transaksi tersebut untuk kebutuhan alokasi modal perusahaan, termasuk investasi dan pengembalian modal kepada pemegang saham.

Bagi konsumen, perubahan kepemilikan ini belum otomatis berarti perubahan harga atau menu di setiap negara. Dampak terhadap operasional restoran akan sangat bergantung pada strategi LongRange dan kebijakan masing-masing pasar.

Yang jelas, Pizza Hut kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa pergantian pemilik dapat menjadi titik balik bagi merek yang telah berdiri sejak 1958 tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news