PKB DIY Sowan Paku Alam X, Diminta Perkuat Edukasi Sosial

1 hour ago 2

PKB DIY Sowan Paku Alam X, Diminta Perkuat Edukasi Sosial DPW PKB DIY silaturahmi dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Gedhong Pareanom Kepatihan. PKB diharapkan berperan lebih luas dalam edukasi masyarakat. - Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjalin silaturahmi dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (23/4/2026).

Pertemuan itu dimanfaatkan sebagai ruang diskusi penting mengenai peran partai politik dalam memperkuat pembangunan sosial, penguatan nilai toleransi, serta peningkatan edukasi publik di tengah pelbagai persoalan yang masih mengemuka di masyarakat.

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, hadir bersama jajaran pengurus harian dalam suasana yang akrab dan dialogis. Dalam pertemuan tersebut, PKB diyakini memiliki posisi unik sebagai bagian dari tradisi keagamaan dan keumatan sehingga bisa bergerak tidak hanya dalam ranah politik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan umat dan penjaga nilai sosial yang inklusif.

Diskusi menekankan bahwa partai politik tidak boleh berhenti pada mekanisme demokrasi semata, melainkan juga harus menyentuh dimensi sosial, budaya, dan keberagaman yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan harapannya agar PKB dapat berkontribusi lebih luas dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya melalui edukasi masyarakat yang berkelanjutan. Menurut dia, edukasi bukan hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga meliputi aspek sosial, pembentukan karakter, dan penguatan nilai kebersamaan di tengah keberagaman budaya, agama, dan latar belakang masyarakat DIY.

“PKB tidak hanya menyalurkan inspirasi dari para anggota dan pengikutnya, tapi juga memiliki fungsi pembinaan umat. Karenanya, kami nderek titip warga masyarakat juga untuk diedukasi. Cita‑cita saya bagi DIY dari dulu hanya satu, mewujudkan warga DIY yang teredukasi,” ungkap KGPAA Paku Alam X.

Dalam pandangannya, kolaborasi seluruh elemen, termasuk partai politik, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan lembaga adat, menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan bersama di DIY. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis untuk menjawab berbagai persoalan sosial, termasuk isu‑isu yang masih sering muncul di tengah masyarakat, seperti pernikahan dini pada perempuan.

“Mari bersama mengedukasi masyarakat bahwa perempuan itu juga punya hak‑hak yang sama untuk berkembang, misalnya dalam hal pendidikan,” imbuhnya, menegaskan bahwa perlu pendekatan kolektif yang humane dan berbasis pemahaman, bukan hanya penindakan formal.

Menanggapi harapan tersebut, Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menyatakan bahwa pihaknya menangkap pesan kuat mengenai pentingnya edukasi masyarakat sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Ia menilai bahwa dorongan dari Wakil Gubernur DIY menguatkan keinginan PKB untuk semakin aktif mengambil peran di luar arena pemilu, terutama melalui basis masyarakat akar rumput, termasuk di wilayah pinggiran yang kerap kurang terjangkau byar‑byur kebijakan.

“Pesan yang kami tangkap, edukasi masyarakat menjadi fondasi penting ke depan. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai sosial, termasuk menjaga toleransi dan merawat kebersamaan di tengah keberagaman. Kami juga melihat adanya harapan agar basis‑basis masyarakat, termasuk di wilayah pinggiran, dapat ikut terlibat aktif dalam proses ini,” ujar Umaruddin Masdar.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB DIY, Aslikh Rina Ulyaddin, menilai sinergi antara partai politik dan Pemerintah Daerah DIY menjadi faktor krusial dalam menjawab berbagai tantangan sosial di era kini. Ia menegaskan bahwa partai politik memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi dan konteks lokal yang kerap tidak tertangkap langsung dalam rancangan regulasi.

“Kami memandang kolaborasi dengan Pemerintah DIY menjadi sangat penting. Partai politik memiliki peran sebagai jembatan antara kebijakan dan masyarakat. Karena itu, kami juga memohon arahan agar langkah PKB ke depan selaras dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan edukasi, toleransi, dan kepedulian sosial,” ungkap Aslikh Rina Ulyaddin.

Pertemuan silaturahmi di Gedhong Pareanom diharapkan menjadi pijakan awal bagi penguatan kerja sama antara DPW PKB DIY dan Pemda DIY, utamanya dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi yang lebih terstruktur, PKB diyakini dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat literasi sosial, edukasi berkelanjutan, serta penguatan kearifan lokal yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama Yogyakarta di kancah nasional maupun internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news