Presiden Prabowo Subianto. ANTARA - Fathur Rochman
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi tanpa menambah beban biaya bagi mahasiswa menjadi fokus Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang mulai mengonsolidasikan para akademisi nasional untuk merumuskan langkah konkret pendidikan tinggi.
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 guru besar bidang sosial humaniora, para dekan, serta rektor dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis. Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis, antara lain peningkatan kualitas perguruan tinggi dan penambahan jumlah dokter.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menjelaskan bahwa Presiden ingin perguruan tinggi di Indonesia terus maju dan berkualitas, tetapi tidak memberatkan mahasiswa dari sisi pembiayaan.
“Kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan salah satunya melalui pendidikan di tingkat universitas, sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” kata Prasetyo dalam sesi dialog di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Kamis pagi.
Pras, sapaan akrab Prasetyo, melanjutkan bahwa isu peningkatan kualitas perguruan tinggi sebelumnya telah dibahas oleh para dekan, rektor, dan guru besar bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Kami sedang menghitung dan berpikir bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap perguruan tinggi kita,” ujar Mensesneg.
Selain soal mutu kampus, dialog antara Presiden Prabowo dan para guru besar juga menyoroti strategi penambahan jumlah dokter.
“Berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100.000. Nah ini kan kita harus cari cara bagaimana untuk mempercepat,” ujar Pras.
Seluruh rangkaian pertemuan Presiden Prabowo dengan para guru besar di halaman tengah Istana Kepresidenan RI berlangsung tertutup. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penyampaian taklimat oleh Presiden, dilanjutkan sesi dialog.
Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan informasi terbaru mengenai kondisi di dalam negeri, situasi geopolitik kawasan dan dunia, serta kaitannya dengan Indonesia.
“(Pertemuan dengan para guru besar) ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintah untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan Beliau, update-update kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” kata Pras.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintahan Presiden Prabowo untuk membangun pendidikan tinggi yang maju, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan nasional, termasuk percepatan pemenuhan tenaga dokter di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

3 days ago
9
















































