Pria di Salatiga Meninggal Saat Bantu Kelet Sapi Kurban

4 hours ago 2

Pria di Salatiga Meninggal Saat Bantu Kelet Sapi Kurban

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, SALATIGA—Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Darul Solikhin, Kampung Dukuh Krajan, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, mendadak berubah duka pada Rabu (27/5/2026). Seorang pria berinisial TS, 60, meninggal dunia saat membantu proses kelet sapi kurban.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Sawo Gang Durian, Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Ia diduga mengalami serangan jantung ketika ikut membantu proses pengangkatan sapi setelah penyembelihan berlangsung.

Korban Mengeluh Nyeri Dada Saat Proses Kelet

Bhabinkamtibmas Kelurahan Dukuh, Sunardi, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi ketika panitia dan warga sedang melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi dan tiga ekor kambing secara gotong royong.

Untuk mempercepat proses penyembelihan, panitia menghadirkan tenaga kelet profesional. Setelah sapi pertama selesai disembelih, korban ikut membantu menggeser dan mengangkat tubuh sapi untuk proses kelet.

“Setelah sapi pertama disembelih, korban ikut membantu menggeser dan mengangkat sapi untuk proses kelet. Tiba-tiba korban mengeluh sakit di bagian dada,” ujar Aiptu Sunardi, Rabu.

Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Mengetahui kondisi korban menurun, warga dan panitia langsung memberikan pertolongan pertama sebelum memanggil ambulans untuk membawa TS ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo.

Namun, sesampainya di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia.

Pelaksana Harian Kasi Humas Polres Salatiga, Sutopo, mengatakan hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban diduga meninggal akibat serangan jantung. Polisi juga tidak menemukan adanya tanda kekerasan maupun unsur kecelakaan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga sudah menerima dan ikhlas kejadian ini sebagai musibah dan jenazah rencananya akan dimakamkan di TPU Sembojo, Salatiga,” jelasnya.

Warga Diminta Waspadai Kondisi Fisik

Ipda Sutopo mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama proses penyembelihan hewan kurban Iduladha. Pasalnya saat melakukan penyembelihan hewan kurban membutuhkan aktivitas fisik yang cukup berat para sukarelawan. Aktivitas fisik berat yang dilakukan saat proses penyembelihan maupun pengolahan daging dinilai perlu diimbangi kewaspadaan dan kesiapan fisik.

“Aktivitas yang menguras tenaga dinilai perlu diimbangi kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news