Proyeksi Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

5 hours ago 1

Proyeksi Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Dolar Amerika Serikat - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting dari AS. Faktor eksternal tersebut dipandang masih menjadi sentimen utama yang memengaruhi arah pergerakan mata uang Garuda pada awal pekan ini.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai perhatian investor saat ini tertuju pada publikasi data ketenagakerjaan AS, khususnya Non-Farm Payroll (NFP), yang diperkirakan memberikan arah baru bagi pergerakan pasar keuangan global. Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang penguatan rupiah masih terbatas.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran yang sempit di Rp17.900-Rp17.950 dipengaruhi oleh faktor global antisipasi rilis data ekonomi AS, terutama data NFP (Non-Farm Payroll),” kata dia kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Rully menjelaskan, data NFP diproyeksikan berada di kisaran 114 ribu, lebih rendah dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang mencapai 172 ribu. Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dicermati pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter di AS.

Selain data ketenagakerjaan, sentimen global juga datang dari arah kebijakan suku bunga bank-bank sentral dunia. Dalam forum European Central Bank Forum (ECB), berkembang pandangan bahwa suku bunga acuan berpotensi bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dari dalam negeri, investor juga masih menunggu sejumlah indikator ekonomi yang dijadwalkan terbit pada Rabu (1/7), yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi. Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya.

“NFP data AS diperkirakan 114 ribu menurun dari 172 ribu, neraca perdagangan Indonesia masih surplus dengan pencapaian diperkirakan 1,18 miliar dolar AS,” ungkap Rully.

Meski proyeksi rupiah hari ini cenderung melemah, pergerakan pada awal perdagangan justru menunjukkan penguatan. Pada pembukaan pasar Senin pagi, nilai tukar rupiah tercatat menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp17.859 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.922 per dolar AS. Pergerakan tersebut masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen global dan domestik, termasuk hasil rilis data ekonomi yang dinantikan pasar dalam beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news