PSIM Jogja Manfaatkan Libur Kompetisi untuk Pulihkan Kondisi Skuad

2 hours ago 2

PSIM Jogja Manfaatkan Libur Kompetisi untuk Pulihkan Kondisi Skuad

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja mendapatkan waktu libur lebih panjang usai berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026. Perubahan jadwal kick-off musim depan yang baru dimulai pada awal September 2026 membuat para pemain memiliki jeda lebih lama dibanding musim sebelumnya.

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menilai kondisi tersebut cukup menguntungkan untuk proses pemulihan pemain setelah menjalani musim kompetisi yang padat.

Ia menyebut, meski para pemain mendapat waktu istirahat lebih lama, tim pelatih tetap menyiapkan program agar kondisi fisik tidak turun terlalu jauh.

“Ya, karena awal kompetisi musim depan akan dimulai lebih lambat, para pemain dan jajaran staf akan mendapatkan waktu libur yang sedikit lebih panjang dari biasanya. Namun di sisi lain, situasinya menurut saya tidak terlalu buruk,” ujar Van Gastel, Senin (25/5/2026).

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, prioritas utama saat ini adalah memberikan waktu istirahat yang cukup sebelum kembali menjalani latihan rutin. Setelah beberapa pekan, pemain diharapkan kembali menjalankan program kebugaran secara bertahap.

“Hal pertama yang harus mereka lakukan adalah beristirahat, memulihkan fisik, dan menyegarkan pikiran. Setelah itu, mereka harus mulai bekerja lagi untuk menjaga kebugaran,” katanya.

Selain fokus pada tim, Van Gastel juga memanfaatkan masa jeda untuk kepentingan pribadi. Ia berencana kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, termasuk menikmati momen bersama cucu pertamanya yang baru lahir.

Ia juga menyebut akan mengikuti gelaran FIFA World Cup 2026 selama masa liburan berlangsung.

Sementara itu, Van Gastel turut menilai karakter kompetisi di Indonesia cukup unik karena banyak tim mengandalkan permainan transisi cepat dengan pertahanan rendah.

Menurutnya, situasi tersebut membuat tim yang ingin bermain menyerang harus berhati-hati terhadap ancaman serangan balik cepat.

“Saya melihat banyak tim mengandalkan transisi dengan pertahanan yang sangat dalam. Tim yang ingin bermain aktif harus siap menghadapi serangan balik cepat,” jelasnya.

Ia juga menilai persaingan di liga cukup merata, meski menurutnya beberapa tim seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta memiliki kualitas di atas rata-rata.

“Menurut saya, hanya Bandung dan Jakarta yang bermain jauh lebih bagus dibanding mayoritas tim lainnya. Sisanya relatif seimbang, sehingga kompetisi sangat ketat,” ungkapnya.

Dari kubu pemain, striker PSIM Jogja, Deri Corfe, menyebut masa libur dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus menjaga kondisi fisik agar tetap siap menghadapi musim berikutnya.

Ia menegaskan bahwa meski sedang libur, kebugaran tetap menjadi perhatian utama.

“Target pribadi saya tentu ingin mencetak gol dan membantu tim. Namun yang paling penting adalah kemenangan tim,” kata Corfe.

Dengan masa jeda yang lebih panjang ini, PSIM Jogja diharapkan dapat kembali ke musim baru dengan kondisi fisik yang lebih segar dan persiapan yang lebih matang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news