Lokasi PSEL Makassar (Dok: Sinta KabarMakassar).
KabarMakassar.com — PT Sarana Utama Sejahtera (SUS) mengakui masih menghadapi kendala dalam melakukan sosialisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tamalanrea kepada masyarakat setempat.
Diketahui PT SUS merupakan pemenang tender proyek PSEL di kota Makassar.
Perusahaan menilai penolakan warga di sekitar lokasi proyek membuat upaya komunikasi tidak berjalan maksimal sehingga meminta Pemerintah Kota Makassar ikut terlibat aktif mendampingi proses sosialisasi.
Staf HR GA PT SUS, Fifi, mengatakan perusahaan telah berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat sejak lama. Namun, berbagai upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil karena penolakan dari sebagian warga masih sangat kuat.
“Kami sudah beberapa kali mencoba membangun komunikasi dan mengundang masyarakat untuk duduk bersama, tetapi belum diindahkan. Karena itu kami berharap pemerintah kota ikut turun membantu sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/6).
Menurut Fifi, perusahaan tidak ingin melakukan pendekatan secara langsung tanpa pendampingan pemerintah karena dikhawatirkan dapat memicu gesekan dengan warga. PT SUS, kata dia, memilih menghormati aspirasi masyarakat sambil terus membuka ruang dialog.
“Kalau perusahaan datang sendiri ke masyarakat, kami khawatir terjadi benturan. Kami menghargai aspirasi masyarakat, sehingga memang butuh partisipasi pemerintah agar sosialisasi bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan proyek PSEL merupakan proyek pengelolaan lingkungan yang ditujukan untuk membantu mengatasi persoalan darurat sampah di Kota Makassar. Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu memperoleh informasi yang utuh mengenai teknologi dan sistem yang akan diterapkan dalam proyek tersebut.
“Apakah masuk akal perusahaan lingkungan justru mencemari lingkungan? Yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai teknologi dan bagaimana proyek ini akan berjalan,” ucapnya.
Fifi juga menyebut dukungan pemerintah dalam proses sosialisasi sejauh ini belum berjalan optimal. Kondisi tersebut membuat perusahaan bergerak sendiri dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat.
“Selama ini kami masih sendiri melakukan sosialisasi. Kami berharap ada keterlibatan pemerintah kota karena proyek ini bukan hanya untuk wilayah sekitar lokasi, tetapi untuk kepentingan seluruh warga Makassar,” jelasnya.
Terkait legalitas proyek, Fifi memastikan seluruh dokumen yang menjadi kewajiban PT SUS telah dipenuhi, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“AMDAL sudah terbit dan seluruh perizinan yang menjadi ranah PT SUS sudah selesai. Kami juga berkomitmen menjalankan seluruh proses sesuai regulasi dan secara transparan,” tegasnya.
Meski demikian, PT SUS belum dapat memastikan jadwal dimulainya pembangunan fisik atau groundbreaking proyek PSEL. Perusahaan menyatakan akan mengikuti seluruh arahan pemerintah serta menyesuaikan setiap tahapan dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami taat kepada pemerintah dan akan mengikuti seluruh instruksi. Yang kami harapkan saat ini adalah dukungan pemerintah dan masyarakat agar proses sosialisasi bisa berjalan dengan baik,” tukas Fifi.


















































