PWI DIY Perkuat Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional

5 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA— Tiga puluh tahun setelah wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin gugur, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperkuat perjuangan untuk mengusulkan wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistik tersebut sebagai Pahlawan Nasional.

Momentum 30 tahun gugurnya Udin ditandai dengan dua kegiatan pada Jumat (14/8/2026). PWI DIY meresmikan penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, kemudian memasang tetenger di makam Udin di Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul.

Keluarga Udin turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya istri almarhum, Marsiyem, dan adik almarhum, Nur Fauzan. Hadir pula Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DIY Prof Edy Suandi Hamid MEc, Anggota Dewan Pakar PWI DIY Ahmad Subagyo, Dr Achiel Suyanto SH MHum MBA, Dra Esti Susilarti MPar, serta Kepala Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta Tri Hastono.

Ketua PWI DIY Drs. Hudono, S.H., menegaskan penamaan aula dan pemasangan tetenger bukan sekadar agenda seremonial. Menurut dia, kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk mengabadikan perjuangan Udin sekaligus melengkapi proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

“Ini adalah awal dari rangkaian untuk mewujudkan Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional. Sebelum pemerintah memberikan gelar, kita sudah memberikan penghormatan kepada Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional,” kata Hudono.

PWI DIY Terus Kawal Kasus Udin

Hudono menjelaskan Udin merupakan anggota PWI dengan nomor Anggota 13.00.3794.92.M.VI. Ia gugur setelah dianiaya pada 13 Agustus 1996 dan sempat menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta sebelum meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.

Tiga dekade berlalu, kasus tersebut belum terungkap secara tuntas. Karena itu, PWI DIY tidak hanya mendorong adanya penghargaan negara terhadap perjuangan Udin, tetapi juga terus memperjuangkan pengungkapan kebenaran mengenai kasus pembunuhannya.

“Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran tidak mengenal kedaluwarsa. Kebenaran itu harus terungkap, sepahit apa pun,” tegas Hudono.

Menurut Hudono, perjuangan mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional membutuhkan dukungan berbagai pihak. PWI DIY akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, tokoh masyarakat, keluarga, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

Ketua Tim Adhoc Pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional, Ki Bambang Widodo, menyampaikan perjuangan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan Keputusan Konfrensi Propinsi PWI DIY Tahun 2025.

Sejumlah tahapan harus dilalui dalam proses tersebut dan diharapkan dapat berjalan lancar.

Pengusulan Udin Punya Mekanisme dan Syarat

Perwakilan Dinas Sosial DIY, Sapto Parjono, mengapresiasi konsistensi PWI DIY dalam menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan Udin.

Menurut Sapto, perjuangan Udin memiliki nilai penting karena berkaitan dengan kebebasan pers, demokrasi, keberanian, independensi, dan kepedulian sosial.

Terkait pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional, dia menjelaskan proses tersebut memiliki mekanisme serta persyaratan yang harus dipenuhi secara berjenjang. Pengusulan antara lain mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2012.

Sejumlah persyaratan umum dan khusus juga harus dipenuhi. Di antaranya memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia kepada bangsa dan negara, memiliki perjuangan atau pengabdian yang berdampak luas, melahirkan gagasan besar, menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, serta memiliki konsistensi semangat kebangsaan.

Dokumen pengusulan juga harus dilengkapi, antara lain rekomendasi pemerintah daerah, hasil sidang Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), riwayat hidup dan perjuangan, biografi, hasil seminar pengusulan, dokumentasi perjuangan, pendapat tokoh masyarakat, serta dokumen pendukung lainnya.

“Telah diabadikan namanya melalui sarana monumental sehingga dikenal masyarakat, seperti nama jalan, nama gedung, nama aula, dan sebagainya,” jelas Sapto.

Atas dasar itu, penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin di Kantor PWI DIY menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pengusulan tersebut.

Kominfo DIY Dukung Perjuangan Udin

Dukungan juga datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, S.T., M.Acc.

Riris mengapresiasi langkah PWI DIY yang terus menjaga sejarah perjuangan Udin selama ini.

“Kami sangat mendukung momentum ini. Peringatan 30 tahun Udin diharapkan memberikan semangat kebebasan pers yang tetap membara,” ujarnya.

Menurut Riris, pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan langkah penting untuk mengenang jasa dan perjuangan wartawan asal DIY tersebut.

Dia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung proses pengusulan agar nama Udin tidak hanya dikenang di Jogja, tetapi juga memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Tetenger Dipasang di Makam Udin

Setelah penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin di Kantor PWI DIY, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pemasangan tetenger di makam Udin, Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul, pada pukul 13.25 WIB.

Pemasangan tetenger tersebut menjadi simbol pengabadian nama dan perjuangan Udin di tempat peristirahatan terakhirnya.

Hudono memastikan PWI DIY akan terus mengawal proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional hingga memperoleh keputusan dari negara.

“Udin adalah anggota PWI. Kompetensi dan legalitas kami sangat kuat untuk mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

Peringatan 30 tahun gugurnya Udin menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kesadaran bahwa perjuangan pers dalam mencari dan menyampaikan kebenaran merupakan bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia.

Bagi PWI DIY, Udin bukan sekadar wartawan yang gugur ketika menjalankan tugas. Ia dipandang sebagai simbol keberanian pers dalam menghadapi ancaman, memperjuangkan kebenaran, dan mempertahankan independensi jurnalistik.

Perjuangan menjadikan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional pun akan terus dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sekaligus upaya merawat sejarah perjuangan kebebasan pers Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news