Rumah Binaan Inspiratif Berkarya Jadi Program Sosial Duta Kampus Sulsel 2026

1 hour ago 1
Rumah Binaan Inspiratif Berkarya Jadi Program Sosial Duta Kampus Sulsel 2026Andi Aghy giantfhani baskar, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia sekaligus penitia duta kampus sulsel, Foto : Dok KabarMakassar

KabarMakassar.com — Pemilihan Duta Kampus Sulawesi Selatan 2026 tidak hanya menitikberatkan pada penampilan, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, komunikasi, intelektual, emosional hingga spiritual para finalis.

Hal tersebut disampaikan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), Andi Aghy Giantfhani Baskar, selaku panitia duta kampus sulsel saat menjelaskan rangkaian penilaian dan pembinaan dalam Pemilihan Duta Kampus Sulsel 2026.

Menurutnya, selama proses karantina, peserta dinilai dari sejumlah aspek yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan.

“Untuk persentase sendiri, dalam Pemilihan Duta Kampus Sulawesi Selatan tahun 2026 ada banyak rangkaian persentase, yang di mana karantina pertama itu menyangkut tentang kemampuan leadership, kemampuan public speaking, serta keberanian untuk berbicara,” ujarnya.

Selain kemampuan kepemimpinan dan komunikasi, peserta juga dituntut memiliki kapasitas intelektual, emosional, serta spiritual.

Aspek tersebut dinilai penting untuk membentuk sosok mahasiswa yang tidak hanya mampu tampil di depan publik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kapasitas untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Dan yang kedua, itu kemampuan dalam intelektual, emosional, serta spiritual yang pastinya membangun mahasiswa sebagai agent of change, agen perubahan bagi nusa dan bangsa, terkhususnya Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

Finalis Wajib Realisasikan Advokasi

Andi Aghy mengatakan para finalis yang terpilih nantinya tidak berhenti setelah memperoleh gelar Duta Kampus Sulsel.

Selama masa tugas, mereka memiliki program kerja individual maupun kelompok yang harus direalisasikan.

Untuk program individual, setiap finalis diwajibkan menjalankan gagasan advokasi yang sebelumnya ditawarkan selama tahapan pemilihan.

“Untuk program kerja individual tersendiri, bagi peserta finalis yang sudah resmi menjadi finalis, menjadi Duta Kampus Sulawesi Selatan tahun 2026, mereka akan merealisasikan advokasi mereka yang mereka tawarkan pada saat proses pemilihan,” jelasnya.

Sementara untuk program kerja kelompok, Duta Kampus Sulsel memiliki program Rumah Binaan Inspiratif Berkarya.

Program tersebut menyasar anak-anak dari kalangan marginal yang dinilai belum memperoleh akses pendidikan secara memadai.

Melalui rumah binaan itu, para Duta Kampus dijadwalkan melakukan kegiatan pembelajaran dan pendampingan secara rutin setiap pekan.

“Kami punya Rumah Binaan Inspiratif Berkarya yang berfokus pada anak-anak kelompok marjinal yang kurang merasakan pendidikan yang layak, yang di mana setiap minggunya kami mengajar di rumah binaan tersebut,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Finalis Dibekali Public Speaking hingga Pengelolaan Emosi

Selain menjalankan program sosial, para finalis juga mendapatkan sejumlah pembekalan selama masa karantina.

Materi yang diberikan antara lain kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking, pengelolaan emosi, serta pembentukan kemampuan mahasiswa agar mampu menghasilkan dampak nyata di masyarakat.

“Untuk pelatihan tersendiri bagi para finalis Duta Kampus Sulawesi Selatan tahun 2026, ada banyak pelatihan dan khususnya bagi pageant itu public speaking, cara mengelola emosi, cara mengelola untuk bagaimana caranya kita sebagai mahasiswa dapat memberikan dampak yang nyata bukan hanya sekadar kata-kata,” katanya.

Menurut Andi Aghy, Pemilihan Duta Kampus Sulsel tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai ajang pemberian gelar maupun selempang kepada mahasiswa.

Ia menegaskan proses pemilihan diarahkan untuk mendapatkan figur mahasiswa yang dinilai memiliki kualitas dan mampu menjalankan tanggung jawab setelah kompetisi berakhir.

“Pemilihan ini bukan tentang bagi-bagi gelar atau bagi-bagi selempang, membuktikan bahwasanya Duta Kampus memang secara proporsional menentukan atau memilih mahasiswa bagi finalis dan putra-putrinya untuk memilih yang terbaik,” tuturnya.

Melalui rangkaian seleksi, pembinaan serta kewajiban merealisasikan program advokasi, Duta Kampus Sulsel 2026 diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan. (Fath Ahmad Ghazy)

Loading

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news