Satu Jemaah Haji Gunungkidul Wafat, Kemenag Gerak Cepat Cari Pengganti

5 hours ago 6

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Persiapan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Gunungkidul diwarnai kabar duka setelah seorang jemaah dipastikan batal berangkat akibat meninggal dunia. Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gunungkidul segera mengambil langkah cepat dengan mengusulkan pengganti agar kuota pemberangkatan tahun ini tetap terpenuhi secara optimal.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gunungkidul, Taufik Ahmad Soleh, mengonfirmasi bahwa jemaah yang wafat adalah Sarjana, pria berusia 64 tahun asal Kalurahan Kepek, Wonosari. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (18/4/2026) akibat penyakit jantung yang dideritanya. Kabar ini menjadi duka mendalam mengingat waktu keberangkatan yang hanya tinggal menghitung hari.

“Yang bersangkutan meninggal dunia pada Sabtu (18/4) karena penyakit jantung,” ujarnya, Ahad (19/4/2026).

Ia menjelaskan, almarhum sebelumnya telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan sebagai syarat keberangkatan, meskipun memiliki riwayat penyakit jantung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi tersebut tidak menghalangi pelaksanaan ibadah haji.

Setelah menerima laporan, pihaknya segera mengusulkan pengganti ke Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).

“Kami langsung membuat laporan dan mengusulkan pengganti agar kuota tetap terisi,” katanya.

Terkait calon jemaah cadangan, Taufik menyebut penentuan pengganti mengacu pada urutan daftar teratas. Saat ini terdapat dua CJH cadangan yang berstatus suami istri, sehingga akan dikonfirmasi terkait kesediaan berangkat jika harus terpisah.

“Semua calon cadangan yang siap akan diusulkan sesuai urutan,” ujarnya.

Sementara itu, Fungsional Umum Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Gunungkidul, Tomi Adhe Krisna, memastikan seluruh persiapan keberangkatan CJH telah rampung.

Para jemaah telah memiliki paspor dan visa dari Pemerintah Arab Saudi, serta menjalani vaksinasi meningitis dan polio di Dinas Kesehatan Gunungkidul pada 31 Maret lalu.

Selain itu, seluruh CJH juga telah mengikuti manasik haji sebagai bekal pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Tahun ini, sebanyak 360 calon jemaah haji asal Gunungkidul dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci melalui Kloter 10 Embarkasi YIA. Rombongan dijadwalkan mulai bertolak pada 3 Mei 2026.

Pemerintah daerah berharap seluruh proses sisa, termasuk pengisian kuota pengganti, dapat berjalan mulus tanpa hambatan berarti demi kelancaran ibadah para tamu Allah. “Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar,” kata Tomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news