Newswire Minggu, 20 September 2026 09:47 WIB

Ilustrasi rudal Iran.- Frepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah mengalami kerusakan berat akibat serangan Iran. Kondisi tersebut terungkap melalui foto dan video yang diperoleh ABC News ketika Pentagon tengah menilai dampak perang yang telah berlangsung lebih dari enam bulan.
Laporan ABC News menyebut kerusakan terlihat di tiga pangkalan AS yang berada di Kuwait serta satu pangkalan di Arab Saudi yang menjadi lokasi aset militer AS. Sejumlah aset yang sebelumnya berada di pangkalan tersebut juga telah dievakuasi.
Salah satu foto memperlihatkan pesawat pengintai E-3 Sentry yang mengalami kerusakan di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Pesawat tersebut memiliki nilai sekitar 270 juta dolar AS atau sekitar Rp4,8 triliun dan dilaporkan rusak pada akhir Maret.
Pangkalan AS Disebut Mengalami Kerusakan Berat
Seorang anggota senior militer AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kerusakan yang terjadi pada sejumlah pangkalan sangat parah. Menurut dia, fasilitas yang terdampak tidak dapat diperbaiki dan membutuhkan waktu sangat panjang apabila dibangun kembali.
"Pangkalan-pangkalan ini telah rusak dan tidak dapat diperbaiki. Jika kami memilih membangunnya kembali, itu akan menjadi pekerjaan yang berlangsung selama puluhan tahun," kata seorang anggota senior militer AS yang berbicara dengan syarat anonim.
Anggota militer tersebut juga menuduh Pentagon kurang transparan dalam menyampaikan informasi mengenai tingkat kerusakan pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
"Serangan pesawat nirawak dan rudal balistik masih aktif menghantam pangkalan setiap hari," katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan masih berlangsungnya ancaman serangan terhadap aset militer AS di Timur Tengah.
Ratusan Struktur Dilaporkan Rusak
Kerusakan fasilitas militer AS juga tercantum dalam laporan inspektur jenderal Pentagon yang dirilis pada Senin. Laporan tersebut menyebut "ratusan bangunan dan struktur" mengalami kerusakan.
Dampak perang tidak hanya terlihat dari kerusakan fasilitas dan aset militer. Konflik tersebut juga menimbulkan biaya yang besar bagi pemerintah AS.
Inspektur jenderal memperkirakan biaya perang mencapai 33 miliar dolar AS atau sekitar Rp587,8 triliun. Sementara itu, Kantor Anggaran Kongres yang bersifat nonpartisan memperkirakan biaya perang mencapai 38 miliar dolar AS atau sekitar Rp676,8 triliun.
Perbedaan perkiraan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan anggaran yang telah dikeluarkan selama konflik berlangsung.
18 Personel AS Tewas
Departemen Pertahanan AS menyebut 18 personel militernya tewas sejak perang dimulai pada 28 Februari. Selain itu, sebanyak 824 personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Serangan paling mematikan terjadi pada hari kedua perang. Sebanyak enam tentara AS tewas dalam serangan di Port Shuaiba, Kuwait.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan perlindungan pasukan tetap menjadi prioritas utama. Namun, ia mengakui sebagian senjata Iran berhasil menembus sistem pertahanan AS.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari dampak perang yang kini mencakup kerusakan pangkalan, kehilangan personel, serta kebutuhan anggaran dalam jumlah besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
7
















































