Serpihan ATR 42-500 Rute Jogja-Makassar Ditemukan di Sulsel

5 hours ago 3

Serpihan ATR 42-500 Rute Jogja-Makassar Ditemukan di Sulsel Tim SAR menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 rute YogyakartaMakassar di Sulsel, operasi pencarian terus dilanjutkan di medan terjal. - Antara.

Harianjogja.com, JOGJA—Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak memasuki babak penting setelah Tim SAR Gabungan menemukan sejumlah serpihan pesawat di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Temuan ini menjadi titik terang dalam upaya mempersempit area pencarian utama.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa penemuan serpihan pesawat tersebut menjadi petunjuk awal yang krusial dalam pengembangan taktik operasi SAR di lapangan. Ia menjelaskan bahwa tim kini memusatkan perhatian pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian strategi pencarian sesuai kondisi medan.

“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue (petunjuk) penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” ujar Muhammad Arif Anwar di Makassar, Minggu.

Berdasarkan data pergerakan unsur SAR, pada pukul 07.46 WITA, tim menemukan serpihan awal berupa bagian jendela pesawat dalam ukuran kecil. Temuan tersebut berada di koordinat 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur, tepatnya di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulsaraung, Kabupaten Maros.

Tidak berselang lama, sekitar pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat berukuran besar. Sejumlah serpihan hingga bagian badan pesawat tersebut berhasil diidentifikasi oleh tim SAR udara dan darat yang melakukan penyisiran secara terpadu.

Informasi sementara yang diterima menyebutkan bahwa bagian pesawat telah terbuka. Selain itu, bagian ekor pesawat juga ditemukan berada di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian, yang memperkuat indikasi titik jatuhnya pesawat di area tersebut.

Seiring perkembangan di lapangan, pergerakan unsur SAR terus disesuaikan dengan prioritas lokasi temuan. SAR Mission Coordinator (SMC) menegaskan bahwa SRU (search and rescue unit) digeser menuju titik-titik yang dinilai paling krusial berdasarkan hasil pemantauan terbaru.

Pada pukul 08.02 WITA, serpihan berukuran besar kembali terpantau oleh SRU aju melalui pemantauan udara menggunakan helikopter Caracal. Selanjutnya, pada pukul 08.11 WITA, tim aju melaporkan kebutuhan peralatan tambahan berupa perlengkapan mountaineering atau climbing untuk menjangkau area dengan kontur medan yang terjal.

Muhammad Arif Anwar menambahkan bahwa kondisi medan di sekitar lokasi kejadian tergolong menantang dan membutuhkan dukungan peralatan khusus. “Posisinya beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” tuturnya.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, hingga dukungan masyarakat setempat. Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung, dan setiap perkembangan akan disampaikan secara resmi berdasarkan hasil di lapangan.

Berdasarkan data manifes, pesawat ATR 42-500 tersebut tercatat membawa 11 orang on board, yang terdiri atas delapan kru pesawat dan tiga penumpang. Adapun kru pesawat masing-masing bernama Captain Andy Dahananto, SIC FO Yudha Mahardika, XCU Captain Sukardi, FOO Hariadi, EOB Franky D. Tanamal, EOB Junaidi, FA Florencia Lolita, serta FA Esther Aprilita S., sementara penumpang tercatat atas nama Deden, Ferry, dan Yoga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news