Singapura Pakai Jersey Baru Adidas Saat Lawan Indonesia di Piala AFF

7 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA— Menjelang laga penentuan Grup A Piala AFF 2026 melawan Timnas Indonesia, Singapura membuat gebrakan yang cukup mengejutkan. Skuad berjuluk The Lions tersebut dipastikan akan tampil dengan nuansa visual berbeda karena menggunakan jersey baru saat menjamu Garuda di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB.

Laga pamungkas ini menjadi salah satu pertandingan paling krusial bagi kedua tim. Singapura saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan raihan tujuh poin, unggul tipis satu angka atas Timnas Indonesia yang mengoleksi enam poin. Keunggulan ini membuat tim tuan rumah hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke semifinal.

Sebaliknya, kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada laga sebelumnya menempatkan skuad asuhan John Herdman di ujung tanduk. Pasukan Garuda tidak memiliki pilihan selain meraih kemenangan penuh atas Singapura jika tidak ingin tersingkir lebih awal.

FAS Akhiri Era Nike, Resmi Gandeng Adidas

Di tengah atmosfer persiapan laga hidup-mati tersebut, Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis bersama apparel olahraga asal Jerman, Adidas. Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri era panjang kemitraan bersama Nike yang telah menyuplai perlengkapan tim selama hampir dua dekade.

Jersey kandang anyar yang diproyeksikan langsung debut saat menjamu Timnas Indonesia ini diyakini mampu mendongkrak motivasi tanding para pemain. Perilisan atribut tempur baru di tengah bergulirnya turnamen resmi menjadi fenomena yang cukup unik dan menarik perhatian publik.

Sekretaris Jenderal FAS, Badri Ghent, mengungkapkan kehadiran perlengkapan baru tersebut dirancang khusus untuk memperkuat ikatan emosional antara skuad Singapura dan para pendukung setianya. Pihak federasi ingin filosofi kostum baru ini benar-benar menyatu dengan semangat juang di lapangan.

"Kami berharap seragam baru ini akan menginspirasi para pemain, menyatukan para penggemar, dan memperkuat hubungan antara tim nasional dan masyarakat Singapura," ujar Badri Ghent, dikutip dari ESPN.

Desain Jersey: Merah dengan Sentuhan Modern

Secara visual, kostum kandang baru Singapura tetap mempertahankan warna merah tradisional kebanggaan The Lions, dipadu aksen putih yang merepresentasikan bendera nasional. Sentuhan modern turut dihadirkan Adidas melalui tambahan detail biru tua pada beberapa bagian.

Desain pola di bagian depan konon melambangkan gelombang laut Singapura yang tenang di permukaan namun memiliki arus kuat di bawahnya. Sementara itu, jersey tandang mengadopsi nuansa nostalgia warna "Coventry Blue" yang populer pada edisi 1977. Pihak produsen memastikan seragam ini dilengkapi teknologi terkini yang setara dengan tim-tim kontestan Piala Dunia 2026.

Country Manager Adidas Singapura, Chen Ruiyuan, mengungkapkan antusiasmenya mendukung perkembangan sepak bola setempat. "Kami percaya bahwa kami adalah merek yang tepat untuk mendukung babak baru FAS dan membawa sepak bola Singapura melangkah maju," ujar Ruiyuan, dikutip dari ESPN.

Tuah Jersey Baru, Harapan Fans Singapura

Keputusan FAS merilis jersey baru di tengah turnamen menuai perhatian besar dari para pendukung. Banyak fans Singapura yang mengharapkan magis dari jersey baru tersebut di atas lapangan sintetis Stadion Jalan Besar. Publik tentu menantikan apakah seragam tempur terbaru ini mampu memberikan tuah positif bagi Singapura untuk mengamankan tiket semifinal, sekaligus menahan gempuran habis-habisan Timnas Indonesia yang mengincar kemenangan.

Kapten Singapura, Hariss Harun, menegaskan timnya akan berusaha meraih poin di laga ini. "Kami meraih satu poin dari laga tandang dan kini akan fokus pada pertandingan kandang berikutnya untuk meraih poin yang dibutuhkan agar bisa lolos," ucap Hariss, dikutip dari ESPN.

Singapura juga diuntungkan dengan waktu istirahat yang lebih panjang dibandingkan Indonesia. Mereka terakhir bertanding pada 31 Juli melawan Vietnam, sementara Indonesia baru saja bertanding pada 3 Agustus. Faktor kebugaran fisik jelas lebih unggul di pihak The Lions.

Pengalaman Jadi Fondasi Permainan Singapura

Keunggulan pertama Singapura terletak pada pengalaman para pemainnya. Gavin Lee masih mengandalkan sejumlah nama senior seperti Hariss Harun, Irfan Fandi, Song Ui-young, hingga Izwan Mahbud. Hariss menjadi sosok sentral berkat pengalaman lebih dari 140 penampilan bersama tim nasional Singapura, sementara Irfan Fandi berperan sebagai pemimpin di jantung pertahanan.

Pengalaman tersebut membuat Singapura mampu menjaga ritme pertandingan, terutama ketika menghadapi tekanan dalam laga penting. Para pemain senior ini telah melalui berbagai turnamen dan tidak mudah goyah saat bermain di hadapan publik sendiri.

Efisien Memanfaatkan Peluang

Berbeda dengan tim yang mengandalkan penguasaan bola tinggi, Singapura tampil lebih pragmatis. Ilhan Fandi menjadi tumpuan di lini depan berkat pergerakan tanpa bola dan kemampuan menyelesaikan peluang. Bersama Shawal Anuar, ia mampu mengubah kesalahan kecil lawan menjadi peluang berbahaya.

Meski jumlah gol mereka belum terlalu banyak, efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu kekuatan utama yang wajib diwaspadai Indonesia. Singapura tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol, dan karakter ini sangat berbahaya bagi tim yang terpaksa menyerang seperti Indonesia.

Pertahanan Sulit Ditembus

Aspek lain yang membuat Singapura berbahaya adalah organisasi pertahanannya. Dalam dua pertandingan awal, mereka hanya kebobolan satu gol. Kombinasi Irfan Fandi, Lionel Tan, dan kiper Izwan Mahbud mampu menjaga kedisiplinan lini belakang sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.

Karakter permainan seperti ini berpotensi menyulitkan Indonesia yang membutuhkan kemenangan dan kemungkinan akan tampil lebih agresif sejak menit awal. Pertahanan rapat Singapura akan menjadi tembok yang harus dijebol oleh lini serang Garuda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news