SIPA 2026 Resmi Dibuka, 250 Seniman dari 7 Negara Ramaikan Solo

5 hours ago 1

SIPA 2026 Resmi Dibuka, 250 Seniman dari 7 Negara Ramaikan Solo

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 resmi dibuka Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Kamis (10/9/2026) malam.

Harianjogja.com, SOLO — Pamedan Pura Mangkunegaran kembali menjadi panggung pertemuan seniman dari berbagai negara. Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 resmi dibuka Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Kamis (10/9/2026) malam.

Memasuki penyelenggaraan ke-18, SIPA 2026 mengusung tema “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries” dan berlangsung selama tiga hari, 10-12 September 2026.

Tahun ini, sekitar 250 seniman dari Indonesia dan sejumlah negara, yakni Taiwan, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Estonia, terlibat dalam festival seni pertunjukan tersebut.

Pembukaan SIPA 2026 sekaligus dirangkai dengan penyerahan Piagam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata RI. SIPA menjadi salah satu dari 125 event yang masuk dalam kalender KEN 2026.

Astrid mengatakan perjalanan SIPA sejak pertama kali digelar pada 2009 menunjukkan bahwa festival tersebut telah berkembang menjadi salah satu panggung seni pertunjukan penting di Indonesia.

“Seni adalah energi yang terus bergerak dan mampu membangun kekerabatan di tengah perbedaan,” ujar Astrid saat memberikan sambutan.

Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk melewati berbagai batas, mulai dari negara, bahasa, suku, budaya hingga perbedaan pemikiran. Karena itu, SIPA diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang bertemunya gagasan dan budaya.

Melalui tari, musik, teater serta berbagai bentuk ekspresi kreatif, festival tersebut diharapkan dapat memperkuat dialog, kolaborasi dan diplomasi budaya antarnegara.

250 Seniman Tampil di SIPA 2026

Pada malam pembukaan, sejumlah kelompok seni tampil di panggung SIPA 2026, di antaranya Semarak Candrakirana, Ekosdance Company dan Sikambang Manih.

Penampilan juga datang dari delegasi mancanegara, termasuk Selandia Baru, Korea Selatan dan Taiwan.

Selain pertunjukan utama, SIPA 2026 menghadirkan SIPA Showcase Stage dan SIPA Urban Market. Kehadiran dua ruang tersebut memperluas pengalaman pengunjung sekaligus membuka ruang interaksi antara seni, komunitas dan ekonomi kreatif.

Astrid menilai keberadaan SIPA turut memperkuat ekosistem seni pertunjukan sekaligus citra Solo sebagai kota seni dan destinasi wisata budaya.

“Kehadiran ribuan penonton juga memberikan manfaat bagi pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan dan berbagai sektor lainnya,” jelasnya.

Diharapkan Jadi Ruang Seniman Muda

Astrid mengapresiasi SIPA Community, Pura Mangkunegaran, para seniman, komunitas, relawan, pelaku ekonomi kreatif serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan SIPA 2026.

Ia berharap festival tersebut terus menjadi ruang bagi seniman muda Indonesia untuk bereksplorasi dan melahirkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Di tengah dunia yang terus berubah, kita membutuhkan ruang untuk bertemu, memahami perbedaan dan membangun persahabatan. SIPA adalah salah satu ruang tersebut,” katanya.

Pembukaan SIPA 2026 kemudian ditandai secara simbolis dengan pemukulan kenong oleh Astrid Widayani bersama sejumlah tamu undangan.

Hadir dalam pembukaan tersebut Direktur SIPA Dr. R. Ayu Irawati Kusumorasri, M.Sn., Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata RI Antonio Wasono Imam Prakoso, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, serta GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura.

Selama tiga hari penyelenggaraan, SIPA 2026 diharapkan tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga memperkuat posisi Solo sebagai ruang perjumpaan budaya sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news