Statistik Ronaldo Disorot Usai Portugal Ditahan Imbang Kongo

5 hours ago 1

Jumali

Jumali Kamis, 18 Juni 2026 19:47 WIB

Statistik Ronaldo Disorot Usai Portugal Ditahan Imbang Kongo

Cristiano Ronaldo/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Portugal harus puas mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang mengecewakan. Tim asuhan Roberto Martinez ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo dalam laga pembuka Grup K yang berlangsung Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Hasil ini menjadi sorotan karena Portugal datang ke turnamen sebagai salah satu kandidat kuat, sementara Cristiano Ronaldo menjalani penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia.

Portugal sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna. Baru enam menit laga berjalan, Joao Neves berhasil membawa Seleccao unggul melalui sundulan yang memanfaatkan umpan Pedro Neto.

Gol cepat tersebut sempat membuat Portugal terlihat akan menguasai pertandingan dengan nyaman. Namun, RD Kongo menunjukkan perlawanan yang tidak terduga.

Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-45+5, Yoane Wissa berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan tajam setelah menerima umpan dari Arthur Masuaku. Gol tersebut membuat kedua tim menutup babak pertama dengan skor sama kuat 1-1.

Pada babak kedua, Portugal tampil dominan dalam penguasaan bola. Statistik pertandingan menunjukkan mereka menguasai sekitar 75 persen jalannya laga.

Meski demikian, dominasi tersebut gagal diterjemahkan menjadi efektivitas di depan gawang. Portugal kesulitan membongkar pertahanan disiplin RD Kongo dan tidak mampu mencetak gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Sorotan terbesar mengarah kepada Cristiano Ronaldo. Kapten Portugal itu menjalani laga yang jauh dari performa terbaiknya.

Berdasarkan data Fotmob, Ronaldo hanya mencatatkan 25 sentuhan bola sepanjang pertandingan. Ia melepaskan tiga tembakan, namun tidak satu pun mengarah ke gawang lawan.

Lebih dari itu, pemain berusia 41 tahun tersebut juga gagal menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Fotmob memberikan nilai 6,7, sementara Sofascore menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan rating terendah di skuad Portugal dengan skor 6,1.

Beberapa media internasional bahkan menyebut penampilan Ronaldo sebagai "subdued" atau kurang menonjol, serta "ineffective" karena minim kontribusi dalam serangan tim.

Momen yang paling banyak dibicarakan terjadi pada babak kedua ketika Ronaldo gagal memaksimalkan umpan silang Francisco Conceicao. Peluang yang seharusnya bisa menjadi gol kemenangan itu berakhir dengan penyelesaian yang melebar dari sasaran.

Kamera siaran televisi juga menangkap ekspresi Bruno Fernandes yang tampak kecewa setelah peluang tersebut terbuang. Sejumlah pengamat menilai situasi itu berpotensi menghasilkan gol jika bola jatuh kepada pemain lain yang berada dalam posisi lebih ideal.

Meski hasilnya mengecewakan, pelatih Roberto Martinez memilih tetap tenang menyikapi kegagalan timnya meraih tiga poin.

"Piala Dunia adalah turnamen di mana hal seperti ini bisa terjadi. Terkadang performa tidak sesuai dengan tantangan yang dihadapi," ujar Martinez dikutip dari Xinhua.

Di kubu lawan, pelatih RD Kongo Sebastien Desabre menyambut hasil tersebut dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, para pemain berhasil menunjukkan karakter dan mentalitas yang kuat saat menghadapi salah satu tim unggulan turnamen.

"Para pemain saya tangguh dan mereka tahu cara mengatasi tantangan. Saya yakin banyak orang Kongo bangga dengan tim mereka hari ini," katanya.

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup K semakin terbuka. Portugal kini wajib meraih hasil maksimal saat menghadapi Uzbekistan pada pertandingan berikutnya jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Sementara bagi Cristiano Ronaldo, laga melawan RD Kongo menjadi pengingat bahwa jalan menuju trofi Piala Dunia—satu-satunya gelar besar yang belum pernah ia raih—masih akan penuh tantangan.

Portugal memang masih memiliki waktu untuk bangkit. Namun jika ingin berbicara banyak di Piala Dunia 2026, efektivitas serangan dan performa para pemain bintang mereka harus segera membaik pada laga berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news