Petugas menandai jalan berlubang dengan piloks dalam survei jalan jelang lebaran 2026 pada Kamis (26/2/2026). - Istimewa // Ditlantas Polda DIY
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Ditlantas Polda DIY bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan survei kelaikan jalan di sejumlah jalur utama. Hasilnya, mayoritas ruas jalan dinilai mantap, meski masih ditemukan sejumlah catatan minor yang ditargetkan rampung sebelum Operasi Ketupat dimulai.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY Widya Mustikaningrum menjelaskan, survei dilakukan di sepanjang Jalan Jogja–Wates hingga Jalan Wates–Purworejo, mencakup jalur sisi utara dan selatan.
“Kami hari ini survei ruas Jalan Jogja–Wates sampai Wates–Purworejo, baik dari sisi utara mulai gapura perbatasan, maupun dari arah Jembatan Bogowonto ke timur hingga Simpang Kretek,” ujar Widya, Kamis (26/2/2026).
Kelaikan Jalan Capai 90 Persen
Dalam survei tersebut, tim meninjau berbagai aspek mulai dari kondisi perkerasan jalan, marka dan rambu lalu lintas, hingga konektivitas CCTV dengan sistem Smart Province.
Widya menyebutkan, hasil sementara menunjukkan tingkat kemantapan jalan nasional di jalur tersebut mencapai sekitar 90 persen. Artinya, sebagian besar ruas jalan dinilai aman dan layak dilalui kendaraan.
“Untuk ruas jalan nasional, kemantapan jalannya sekitar 90 persen. Secara umum sudah mantap,” jelasnya.
Namun demikian, faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri. Curah hujan tinggi memicu munculnya lubang-lubang baru di sejumlah titik, bahkan dengan kedalaman cukup membahayakan pengendara.
“Karena hujan, banyak lubang baru yang bermunculan dan ada yang langsung dalam,” imbuh Widya.
Lubang Jalan dan Titik Rawan Genangan
Sekitar 10 persen ruas jalan masih memerlukan penanganan lanjutan. Salah satunya di arah menuju Simpang Ngelo, di mana tim menemukan sejumlah lubang jalan yang kemudian ditandai menggunakan piloks sebagai peringatan awal.
“Lubang-lubang itu mayoritas muncul karena curah hujan sangat tinggi. Musuh utama aspal memang air hujan,” katanya.
Selain lubang jalan, tim juga menyoroti titik-titik rawan banjir atau genangan air. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di sekitar PLN Sedayu. Permasalahan tersebut akan segera dibahas lintas instansi untuk mencari solusi, terutama terkait kapasitas drainase.
Marka Pudar hingga CCTV
Survei juga menemukan sejumlah marka jalan yang mulai pudar, khususnya marka henti (stop line) dan marka di area persimpangan. Selain itu, terdapat rambu larangan masuk yang tertutup plastik sehingga berpotensi membingungkan pengguna jalan.
“Kalau markanya sudah mulai pudar, kami minta segera dibenahi semuanya,” tegas Widya.
Untuk Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), tim tidak menemukan gangguan berarti. Namun, beberapa unit CCTV masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut karena belum seluruhnya aktif atau terhubung dengan sistem Smart Province.
“Kami sangat membutuhkan CCTV untuk memantau pergerakan kendaraan di setiap simpang. Masih ada beberapa yang perlu dikoordinasikan karena belum terintegrasi dengan back office Smart Province,” ujarnya.
Hasil survei kelaikan jalan ini akan disampaikan kepada masing-masing instansi berwenang agar segera ditindaklanjuti. Ditlantas Polda DIY menargetkan seluruh temuan minor, seperti penambalan lubang dan perbaikan marka, dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat.
“Target kami sebelum Operasi Ketupat dimulai, semua perbaikan sudah beres, termasuk penambalan jalan-jalan berlubang,” pungkas Widya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

7 hours ago
3

















































