Tak Sekadar Segar, Ini Manfaat dan Risiko Konsumsi Semangka

5 hours ago 1

Jumali

Jumali Rabu, 17 Juni 2026 22:17 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Semangka telah lama menjadi pilihan utama banyak orang untuk mengatasi dahaga saat cuaca panas. Dengan kandungan air mencapai sekitar 92 persen, buah ini kerap disebut sebagai salah satu cara paling nikmat untuk membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh.

Namun, di balik kesegarannya, semangka juga menjadi perhatian para peneliti karena mengandung berbagai zat yang diyakini berpotensi mendukung kesehatan. Meski demikian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap semangka sebagai "buah ajaib" yang mampu menyelesaikan semua masalah kesehatan.

Dikutip dari Daily Mail, ahli gizi Lily Soutter menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan semangka lebih efektif dibandingkan air putih dalam menjaga hidrasi tubuh. Meski begitu, semangka tetap menjadi pilihan camilan yang relatif sehat karena rendah kalori.

Dalam satu porsi sekitar 152 gram, semangka hanya mengandung sekitar 46 kalori dan 9 gram gula alami. Kandungan tersebut membuatnya cukup ramah bagi orang yang ingin mengontrol asupan kalori tanpa harus mengorbankan rasa manis.

Salah satu kandungan yang paling banyak dibahas dalam semangka adalah likopen. Senyawa antioksidan ini memberikan warna merah khas pada daging buah semangka dan dikenal memiliki kemampuan menangkal radikal bebas yang berasal dari polusi, asap rokok, maupun paparan sinar ultraviolet.

Menariknya, kadar likopen dalam semangka segar diketahui lebih tinggi dibandingkan tomat segar. Karena itu, buah ini sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk perlindungan terhadap penyakit kronis.

Meski demikian, klaim bahwa semangka mampu mencegah kanker prostat masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut. Sejumlah penelitian memang menemukan hubungan antara konsumsi likopen dan penurunan risiko kanker tertentu, tetapi hasilnya belum cukup kuat untuk dijadikan kesimpulan pasti.

Hal serupa juga berlaku pada klaim manfaat semangka dalam membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan L-citrulline di dalam buah ini memang dapat diubah tubuh menjadi nitrat oksida yang membantu pelebaran pembuluh darah. Namun sebagian besar penelitian masih menggunakan suplemen dengan dosis tinggi, bukan konsumsi semangka secara langsung.

Selain itu, para ahli lebih menyarankan semangka dikonsumsi dalam bentuk potongan buah dibandingkan dijadikan jus. Alasannya, proses pembuatan jus dapat mengurangi kandungan serat yang berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula oleh tubuh.

Semangka juga dinilai berpotensi membantu program pengendalian berat badan. Sebuah penelitian pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan menunjukkan konsumsi semangka secara rutin dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga membantu mengurangi keinginan mengonsumsi camilan tinggi kalori.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi semangka tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Penderita diabetes, sindrom iritasi usus besar (IBS), maupun pengguna obat tertentu seperti obat tekanan darah dan diuretik disarankan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Pada akhirnya, semangka tetap merupakan pilihan buah yang menyegarkan dan kaya nutrisi. Namun manfaat terbaiknya akan diperoleh jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai satu-satunya sumber kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news