Takbir dan Duka, Dua Mantan Kepala Daerah di Lampung Berpulang

13 hours ago 2

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Hari Raya seharusnya menjadi ruang pulang, tempat pelukan menghapus salah dan tawa menutup segala yang retak. Namun, hidup kembali memilih caranya sendiri untuk bercerita.

Di Hari Fitri tahun ini, Lampung tidak hanya kehilangan dua sosok orang tua dalam lingkup keluarga, tetapi juga dua jejak sejarah.
Pada Senin pagi, 23 Maret 2026, pukul 07.30 WIB, di sebuah rumah sakit di Jakarta, Tamanhuri bin Hakim Raja Hukum berpulang.

Ia bukan sekadar ayah, kakek, atau buyut bagi keluarganya, melainkan mantan Bupati Way Kanan dua periode (2000-2010) yang pernah memimpin dan menjadi bagian dari harapan masyarakat.

Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung. Rumah itu kini tidak hanya menampung duka keluarga, tetapi juga menyimpan kenangan tentang seorang pemimpin yang pernah berjalan bersama rakyatnya.
Namun, duka itu ternyata telah lebih dulu datang.

Baca Juga

Sehari sebelumnya, Minggu, 22 Maret 2026, pukul 17.08 WIB, di RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Drs. Mozes Herman bin Muchtar Abisiri lebih dahulu berpulang. Ia merupakan Wali Kota Metro pertama (2000–2005), sosok perintis yang meletakkan fondasi awal bagi pembangunan kota tersebut.

Rumah duka di Jalan Sumpah Pemuda, Way Halim, menjadi tempat berkumpulnya keluarga dan kerabat. Di sana, kisah tentang seorang perintis kembali dikenang di antara doa-doa yang terus mengalir.

Kedua kabar duka ini datang dalam waktu yang berdekatan, seolah menegaskan bahwa sejarah pun bisa berduka secara bersamaan.
Hari yang semestinya penuh kemenangan justru diisi keheningan. Takbir tetap berkumandang, namun di sela-selanya terselip isak yang tertahan dan kenangan yang hadir tanpa diminta.

Keluarga besar kedua almarhum memohon maaf atas segala khilaf yang mungkin pernah terjadi semasa hidup mereka. Sebab pada akhirnya, yang tersisa dari manusia bukan hanya jabatan, tetapi juga jejak-baik yang terasa maupun yang tak sempat terucap.

Kabar ini mengingatkan bahwa kehilangan tidak pernah mengenal jabatan, waktu, atau suasana. Ia datang, dan kita hanya bisa menerima.

Di Hari Fitri ini, Lampung kembali belajar bahwa bahkan di hari kemenangan, hidup tetap menyimpan perpisahan. Semoga almarhum Tamanhuri dan Mozes Herman mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Penulis: Ton

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news