
KabarMakassar.com — Langkah strategis menuju transformasi pendidikan dilakukan Program Studi Teknik Sipil Universitas Bosowa melalui Lokakarya Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai fondasi penyusunan Kurikulum 2026. Forum ini dirancang untuk memastikan sistem pembelajaran tidak lagi berorientasi pada materi semata, melainkan pada capaian kompetensi nyata yang relevan dengan kebutuhan industri konstruksi modern, 10 Februari 2026.
Ir. Chaidir Suwahyono, S.T., M.T. menegaskan bahwa pendekatan OBE menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif. “Lokakarya ini merupakan forum strategis untuk merancang sistem pendidikan yang berfokus pada hasil nyata atau outcomes, bukan sekadar input materi. Dalam konteks Teknik Sipil, OBE memastikan setiap mata kuliah didesain untuk mencapai kompetensi spesifik yang dibutuhkan industri saat mahasiswa lulus nanti,” ujarnya.
Lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis yang sebelumnya dibawakan oleh Dr. Ir. M. Asad Abdurrahman, S.T., M.Eng., PM., IPM., yang menekankan pentingnya penyelarasan profil lulusan dengan standar kompetensi global seperti IABEE serta implementasi Capstone Design Project. Kegiatan ini turut menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Darwis Panguriseng, M.Sc. dan Satria Madjid, S.T., M.Sp., yang memberikan perspektif akademik dan industri dalam transformasi kurikulum menuju standar global.
Fokus pembahasan mencakup penyelarasan kurikulum dengan realitas dunia kerja konstruksi yang semakin kompleks dan berbasis teknologi, serta pembentukan profil lulusan sebagai Civil Technopreneur. Integrasi teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM) dan penekanan pada aspek keberlanjutan (sustainability) menjadi perubahan signifikan dalam Kurikulum 2026, guna memastikan mahasiswa memiliki kompetensi praktis dan relevan dengan perkembangan industri.
Menurut Ir. Chaidir, implementasi OBE akan membuat capaian mahasiswa lebih terukur, khususnya dalam kemampuan pemecahan masalah, etika profesi, dan penguasaan teknologi konstruksi terbaru. “Lulusan kita tidak hanya tahu teori, tetapi mampu mengaplikasikannya. Dengan demikian, masa tunggu kerja diharapkan semakin singkat karena kompetensinya sudah sesuai kebutuhan industri,” jelasnya.
Melalui penguatan kurikulum ini, Teknik Sipil Universitas Bosowa menargetkan posisi yang semakin kompetitif di kancah nasional dan internasional. “Kami berkomitmen melahirkan engineer yang mahir secara teknis, berintegritas, dan memiliki daya saing global. Dengan langkah ini, Unibos memperkuat reputasinya sebagai pencetak SDM unggul di Indonesia Timur yang siap berkontribusi nyata bagi kemajuan industri konstruksi dunia,” tutupnya.


















































