Tendangan Kung Fu, Pemain Perseta Retak Tulang Rusuk

1 day ago 5

Tendangan Kung Fu, Pemain Perseta Retak Tulang Rusuk Tangkapan layar pertandingan antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang berlaga di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura, Senin (5/1 - 2026). ANTARA / Naufal Ammar Imaduddin

Harianjogja.com, JOGJA—Insiden keras mewarnai laga Perseta 1970 Tulungagung di Liga 4 Jawa Timur. Gelandang Perseta, Firman Nugraha, dipastikan mengalami retak tulang rusuk usai menerima tendangan Kung Fu dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar.

Benturan terjadi pada menit ke-72 saat Firman berusaha merebut bola. Tendangan mengenai area dada hingga membuat sang pemain terjatuh dan sempat mengalami kejang sebelum mendapatkan penanganan medis di pinggir lapangan.

Meski sempat menolak dirujuk ke rumah sakit karena merasa kondisinya membaik, Firman kembali mengeluhkan sesak napas pada malam hari. Pemeriksaan lanjutan melalui rontgen menunjukkan adanya retakan tulang rusuk bagian bawah yang masuk kategori cedera serius.

Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi, Selasa, mengatakan, insiden tersebut terjadi pada menit ke-72 ketika Firman berupaya merebut bola dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar.

"Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans," kata Rudi.

Meski sempat mendapatkan penanganan medis di lapangan, Firman menolak untuk langsung dibawa ke rumah sakit karena merasa kondisinya mulai membaik.

Namun, pada malam harinya Firman mengeluhkan sesak napas kepada tim ofisial Perseta 1970 Tulungagung.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, tim ofisial membawa Firman ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen.

"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.

Berdasarkan hasil medis tersebut, manajemen Perseta 1970 Tulungagung memutuskan untuk mengistirahatkan Firman dari aktivitas latihan maupun pertandingan hingga dinyatakan pulih sepenuhnya oleh tim medis.

Rudi menambahkan, meskipun kondisi tersebut sempat memengaruhi mental pemain lainnya, manajemen menegaskan keselamatan pemain menjadi prioritas utama, terlebih Perseta 1970 Tulungagung tengah berjuang di babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur.

"Saat ini Firman masih dalam observasi tim medis. Manajemen bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan pemain dan tidak akan mengambil risiko apa pun," katanya.

Manajemen Perseta 1970 Tulungagung menegaskan keselamatan pemain menjadi prioritas utama di tengah persaingan ketat babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news