Harianjogja.com, WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran semakin terbuka. Namun, ia menegaskan Washington tetap menyiapkan opsi lain apabila negosiasi yang berlangsung tidak menghasilkan hasil sesuai harapan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat wawancara dengan menantunya, Lara Trump, di Fox News. Dalam kesempatan itu, Trump menilai proses perundingan memerlukan waktu agar menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
"Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan menghasilkan kesepakatan yang baik. Dan perlahan tapi pasti, saya rasa, kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda," kata Trump.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang serta menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Ketegangan kemudian mereda setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 8 April. Meski demikian, upaya diplomatik yang berlanjut melalui pembicaraan di Islamabad, Pakistan, belum menghasilkan kesepakatan final.
Walaupun tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali aksi militer, Amerika Serikat disebut mulai memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Trump Minta Kejelasan Soal Uranium Iran
Di tengah upaya penyusunan nota kesepahaman antara kedua negara, Trump dikabarkan meminta penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme transfer uranium Iran yang telah diperkaya kepada pihak Amerika Serikat. Selain itu, Washington juga menyoroti klausul terkait pembukaan Selat Hormuz yang tercantum dalam rancangan kesepakatan.
Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Trump dan sumber yang mengetahui perkembangan negosiasi, Trump berjanji akan mengambil keputusan akhir terkait arah hubungan dengan Iran.
Namun, laporan yang sama menyebutkan hingga kini belum tercapai kesepahaman akhir antara kedua negara mengenai sejumlah poin penting dalam perundingan tersebut.
Pada Jumat pagi (29/5), Trump menggelar pengarahan intelijen di Washington guna membahas perkembangan terbaru terkait Iran.
Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat dalam kesepakatan yang tengah dibahas. Proposal baru tersebut disebut telah disampaikan kepada Teheran sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang berlangsung.
Masih menurut laporan Axios, rancangan kesepakatan saat ini mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Fokus pada Uranium Diperkaya
Berdasarkan rancangan tersebut, Amerika Serikat dan Iran memiliki waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran sekaligus pencabutan sanksi yang diberlakukan Washington.
Persediaan uranium Iran yang telah diperkaya serta pembatasan aktivitas pengayaan uranium di masa mendatang menjadi isu utama dalam pembahasan.
Trump disebut menginginkan rincian yang lebih jelas mengenai proses pengalihan material nuklir tersebut kepada Amerika Serikat, termasuk jadwal pelaksanaannya.
"Yang diinginkan adalah rincian yang lebih spesifik mengenai bagaimana AS menerima material tersebut [uranium yang diperkaya] dan kapan proses itu dilakukan," kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada media tersebut.
Selain isu uranium, Gedung Putih juga disebut mengusulkan revisi terhadap klausul yang mengatur pembukaan Selat Hormuz.
Menurut sumber yang dikutip Axios, pihak Iran diperkirakan akan menyampaikan tanggapan atas usulan terbaru dari Washington dalam waktu sekitar tiga hari. Respons tersebut akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah perundingan lanjutan antara kedua negara.
Sebelumnya, konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Setelah gencatan senjata diumumkan pada 8 April dan pembicaraan di Islamabad berakhir tanpa hasil, Amerika Serikat diketahui mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan lanjutan terhadap Teheran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































