Harianjogja.com, WASHINGTON—Pentagon resmi memutuskan penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman dalam 6–12 bulan ke depan. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi kekuatan militer di Eropa dan dinamika geopolitik terbaru.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengonfirmasi keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk menarik sekitar 5.000 personel militer dari Jerman dalam kurun waktu satu tahun.
Keputusan tersebut, menurut Parnell, diambil setelah dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan militer AS di kawasan Eropa, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan operasional dan situasi di lapangan.
“Menteri Perang telah memerintahkan penarikan sekitar 5.000 personel dari Jerman. Keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan departemen di Eropa serta mempertimbangkan kebutuhan di kawasan dan kondisi di lapangan," kata Parnell.
Ia menambahkan bahwa proses penarikan tersebut diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dan ditargetkan rampung dalam waktu enam hingga dua belas bulan ke depan.
“Kami memperkirakan penarikan ini akan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan,” ujar Parnell menegaskan.
Sebelumnya, pada akhir April 2026, Presiden AS Donald Trump sempat menyampaikan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan di Jerman. Pernyataan itu muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik terhadap operasi militer AS di Iran.
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan keputusan terkait pengurangan pasukan akan ditentukan dalam waktu dekat, seiring perkembangan situasi geopolitik yang melibatkan hubungan AS dan sekutunya di Eropa serta dinamika konflik di Timur Tengah yang turut memengaruhi kebijakan pertahanan Amerika Serikat.
Kehadiran militer Amerika Serikat di Jerman merupakan salah satu pilar utama keamanan transatlantik yang telah berlangsung sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Saat ini, Jerman menjadi rumah bagi konsentrasi pasukan AS terbesar di Eropa, dengan pusat komando strategis seperti U.S. European Command (EUCOM) dan U.S. Africa Command (AFRICOM) yang bermarkas di Stuttgart. Pangkalan Udara Ramstein juga berfungsi sebagai hub logistik vital yang menghubungkan operasi militer Amerika di berbagai belahan dunia.
Keberadaan pasukan ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol pencegahan (deterrence) terhadap potensi ancaman di kawasan, tetapi juga memperkuat interoperabilitas antara anggota NATO melalui latihan gabungan rutin.
Bagi ekonomi lokal di negara bagian seperti Rhineland-Palatinate dan Bavaria, kehadiran ribuan personel militer beserta keluarga mereka memberikan dampak signifikan.
Hubungan ini sering kali digambarkan sebagai bentuk kerja sama pertahanan yang sangat erat, di mana Jerman menyediakan infrastruktur canggih sementara AS memberikan payung keamanan bagi sekutu-sekutunya di Benua Biru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

2 hours ago
5

















































