Winongo Art Festival 2026 Dorong UMKM dan Wisata Sungai Ngampilan

2 hours ago 2

Winongo Art Festival 2026 Dorong UMKM dan Wisata Sungai Ngampilan

Pertunjukan seni budaya ditampilkan di Sungai Winongo. /Pemkot Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Winongo Art Festival 2026 diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di kawasan bantaran Sungai Winongo, Kemantren Ngampilan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, festival ini diharapkan mampu memperkuat sektor UMKM, ekonomi kreatif, sekaligus mengangkat potensi wisata sungai di Kota Jogja.

Keberadaan Sungai Winongo yang membelah kawasan Ngampilan dinilai menjadi aset penting yang selama ini mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Letaknya yang berada dekat dengan pusat Kota Jogja memberikan peluang besar untuk mengembangkan kawasan sungai sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan, mengatakan wilayah Ngampilan memiliki posisi yang strategis karena berada tidak jauh dari jantung Kota Jogja. Menurutnya, potensi tersebut semakin kuat dengan keberadaan Sungai Winongo yang dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Winongo Art Festival 2026, Sungai Winongo tidak lagi dipandang sebatas saluran air, melainkan sebagai ruang hidup, ruang budaya, sekaligus penggerak ekonomi warga. Festival tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kawasan sungai yang produktif dan berdaya saing.

“Festival ini menjadi upaya kolektif untuk mengembalikan fungsi Sungai Winongo sebagai ruang publik yang produktif, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk berkembang,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Anif menjelaskan kegiatan yang akan digelar pada Sabtu (13/6/2026) itu juga membawa misi pelestarian lingkungan. Melalui berbagai kegiatan yang disiapkan, masyarakat diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem Sungai Winongo.

Selain itu, festival tersebut diharapkan dapat menjadi sarana promosi bagi kampung-kampung wisata yang berada di wilayah Ngampilan. Beragam atraksi berbasis sungai dan budaya akan ditampilkan dengan kemasan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Menurut Anif, penyelenggaraan Winongo Art Festival 2026 melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), sponsor, serta partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi wisata berbasis sungai di Kota Jogja.

“Keterlibatan warga secara langsung menjadi kekuatan utama dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis sungai di Kota Jogja,” katanya.

“Potensi seni budaya dan UMKM yang ada di wilayah harus terus diangkat. Masyarakat menjadi motor penggerak utama agar kawasan Sungai Winongo semakin dikenal sebagai destinasi wisata,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Winongo Art Festival sekaligus Ketua Kampung Serangan, Suwarto, menuturkan festival ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sungai Winongo yang bersih, asri, serta memiliki nilai ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Melalui festival ini kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan industri kreatif sehingga kawasan bantaran sungai memiliki branding wisata yang kuat di masa mendatang,” ujarnya.

Di sisi lain, Seksi Acara Winongo Art Festival, Abdon Zennen, menyampaikan bahwa festival akan menghadirkan berbagai pertunjukan seni yang ditujukan untuk menarik minat masyarakat luas, baik warga Ngampilan maupun wisatawan dari berbagai daerah. Kehadiran beragam penampilan seni tersebut diharapkan semakin memperkuat citra Sungai Winongo sebagai ruang publik yang kreatif dan atraktif.

Sejumlah agenda yang akan memeriahkan Winongo Art Festival 2026 meliputi Sendratari Gebrak Jaranan, Tari Klenting, Lampor Experimental Art, Mocopath Project, Padepokan Kendhali Rasa, Taman Sesaji, penampilan band, hingga pertunjukan seni yang dibawakan anak-anak Ngampilan. Rangkaian acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata Sungai Winongo yang terus dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

“Melalui karya-karya seni ini kami ingin menghadirkan pengalaman baru menikmati kawasan sungai sebagai ruang budaya yang hidup dan menarik untuk dikunjungi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news