4 Mobil Listrik yang Tak Lanjut ke 2027, Ada Acura hingga Volvo

1 hour ago 1

Jumali

Jumali Rabu, 16 September 2026 10:27 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah mobil listrik dipastikan tidak melanjutkan kiprahnya ke tahun 2027. Keputusan tersebut mencakup model yang belum sempat diproduksi hingga kendaraan yang telah dipasarkan dan kemudian dihentikan setelah model tahun 2026.

Perubahan ini menunjukkan bahwa perjalanan elektrifikasi industri otomotif tidak berlangsung dengan pola yang sama untuk setiap model. Ketika permintaan pasar berubah dan teknologi berkembang, produsen harus menentukan produk mana yang tetap dipertahankan dan mana yang digantikan oleh model atau strategi baru.

Motor1 mencatat sejumlah kendaraan listrik dari merek seperti Acura, BMW, Honda, dan Volvo yang tidak akan melanjutkan perjalanan menuju 2027. Daftar tersebut mencerminkan perubahan strategi produsen ketika pasar kendaraan listrik Amerika Serikat mengalami pergeseran.

1. Acura RSX

Acura RSX menjadi salah satu nama yang batal melanjutkan perjalanan ke pasar. Model crossover listrik tersebut semula dipersiapkan untuk memasuki pasar pada 2026, tetapi Honda kemudian menghentikan pengembangannya sebelum produksi dimulai.

Motor1 menyebut RSX tidak benar-benar melewati tahap prototipe. Model ini sebelumnya direncanakan menggunakan penggerak dua motor dengan sistem penggerak semua roda, suspensi depan double wishbone, serta rem Brembo. Namun, perubahan kondisi pasar membuat rencana peluncurannya dibatalkan.

Dengan demikian, Acura RSX berbeda dari kendaraan yang sudah dijual kemudian dihentikan. Model tersebut justru berakhir sebelum konsumen memperoleh versi produksinya.

2. BMW iX

Di jajaran BMW, model yang masuk daftar penghentian menuju 2027 adalah BMW iX, bukan BMW iX3 generasi baru. BMW menghentikan alokasi iX untuk pasar Amerika Serikat setelah model tahun 2026 seiring perusahaan mempersiapkan jajaran kendaraan berbasis platform Neue Klasse.

BMW iX sebelumnya berfungsi sebagai salah satu kendaraan listrik yang menunjukkan teknologi elektrifikasi perusahaan. Namun, kehadiran generasi baru membuat posisi model tersebut dalam strategi BMW berubah.

Sementara itu, iX3 justru menjadi salah satu model yang menggunakan arah teknologi Neue Klasse. Karena itu, penyebutan “BMW iX3 generasi lama” dalam naskah awal perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan kesan bahwa iX3 dihentikan.

3. Honda Prologue

Honda Prologue menjadi contoh lain dari kendaraan listrik yang benar-benar telah dipasarkan sebelum akhirnya dihentikan. Honda mengonfirmasi produksi Prologue berakhir setelah model tahun 2026, sehingga SUV listrik tersebut tidak berlanjut sebagai model 2027.

Keputusan itu berkaitan dengan perubahan permintaan kendaraan listrik di Amerika Serikat. Honda menyatakan permintaan konsumen terhadap model EV telah berubah secara signifikan dalam 18 bulan sebelumnya, sementara perusahaan kembali memberikan perhatian lebih besar pada kendaraan hybrid.

Berakhirnya Prologue juga bukan berarti seluruh pengembangan elektrifikasi Honda berhenti. Perusahaan justru mengubah komposisi strategi produknya dengan memberikan porsi lebih besar kepada kendaraan hybrid.

4. Volvo EX40

Volvo EX40 juga tidak akan berlanjut di pasar Amerika Serikat setelah model tahun 2026. SUV listrik kompak tersebut sebelumnya menjadi salah satu kendaraan listrik Volvo, tetapi perusahaan kemudian memutuskan menghentikan model tersebut ketika strategi produknya berubah.

EX40 sendiri merupakan nama yang digunakan Volvo mulai model tahun 2025 setelah sebelumnya kendaraan tersebut dikenal sebagai XC40 Recharge. Dengan berakhirnya EX40, Volvo menyiapkan arah baru untuk segmen SUV listriknya.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pergantian model menjadi bagian dari dinamika pasar EV. Kendaraan yang dihentikan tidak selalu menunjukkan bahwa produsen keluar dari teknologi listrik, karena perusahaan dapat mengalihkan pengembangan menuju produk berikutnya.

Penghentian Model Bukan Berarti EV Berakhir

Berakhirnya sejumlah mobil listrik menjelang 2027 perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing produsen dan model. Motor1 mencatat bahwa sejumlah perusahaan otomotif kini menyesuaikan kembali rencana elektrifikasi setelah pertumbuhan penjualan dan permintaan EV tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya.

Pada saat bersamaan, produsen tetap menyiapkan kendaraan listrik generasi baru. BMW, misalnya, mengembangkan jajaran Neue Klasse, termasuk iX3 sebagai salah satu bagian dari generasi tersebut.

Honda juga tidak sepenuhnya meninggalkan elektrifikasi meski Prologue dihentikan. Perusahaan mengarahkan investasi dan pengembangan berikutnya ke teknologi hybrid, sementara sejumlah proyek EV lain juga telah mengalami perubahan.

Bagi konsumen, perubahan tersebut berarti pilihan kendaraan listrik di pasar dapat berubah cukup cepat. Model yang tersedia saat ini bisa digantikan oleh kendaraan generasi baru dengan platform, teknologi, atau strategi produk yang berbeda.

Dengan demikian, daftar mobil listrik yang tidak mencapai 2027 lebih menggambarkan perubahan arah produk di tengah perkembangan pasar daripada menjadi bukti bahwa pengembangan kendaraan listrik berhenti. Produsen tetap mengembangkan kendaraan elektrifikasi, tetapi semakin selektif dalam menentukan model yang akan dipertahankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news