98 Jiwa Terdampak Kebakaran Mangasa, BPBD Gerak Cepat Salurkan Bantuan

2 days ago 11
98 Jiwa Terdampak Kebakaran Mangasa, BPBD Gerak Cepat Salurkan Bantuan Suasana Rumah di Mangasa Pasca Kebakaran (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 98 jiwa dari 19 kepala keluarga terdampak kebakaran yang melanda Jalan Sultan Alauddin III, RT 01/RW 05, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Rabu (17/6).

Saat ini, pemerintah fokus pada penanganan darurat dan percepatan pemulihan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengungkapkan hasil assessment sementara menunjukkan kebakaran menghanguskan 11 bangunan yang terdiri atas 10 rumah warga dan satu rumah kos.

“Data sementara menunjukkan terdapat 19 kepala keluarga atau 98 jiwa yang terdampak akibat peristiwa ini,” ujar Fadli saat mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau lokasi kebakaran, Kamis (18/6).

Dari total bangunan terdampak, lima unit mengalami kerusakan berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit mengalami kerusakan ringan. Meski demikian, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.

BPBD bersama perangkat daerah terkait langsung bergerak menyalurkan bantuan darurat berupa family kit, baby kit, perlengkapan pertolongan pertama, pakaian, selimut, sarung, hingga terpal untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.

Selain bantuan logistik, Pemerintah Kota Makassar juga mulai menyalurkan material bangunan guna mendukung percepatan pemulihan rumah warga yang terdampak.

“Selain itu, Pemkot Makassar juga menyalurkan bantuan material bangunan guna mempercepat proses pemulihan rumah warga yang terdampak,” kata Fadli.

Bantuan material yang diserahkan meliputi ratusan batang balok berbagai ukuran, puluhan lembar seng, tripleks, serta paku yang akan digunakan warga untuk membangun kembali tempat tinggal mereka.

Fadli menjelaskan penanganan pascakebakaran dilakukan berdasarkan mekanisme yang telah disiapkan pemerintah daerah. Setelah proses pemadaman selesai, BPBD segera melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah korban, tingkat kerusakan bangunan, dan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi.

“Pesan Pak Wali sangat jelas, masyarakat yang terkena musibah tidak membutuhkan banyak penjelasan. Yang mereka butuhkan adalah respons cepat dari pemerintah,” ujarnya.

Menurut dia, hasil assessment menjadi dasar penyaluran bantuan secara bertahap, dimulai dari bantuan logistik dan kebutuhan pangan, kemudian dilanjutkan dengan material bangunan sesuai tingkat kerusakan rumah masing-masing korban.

BPBD juga memastikan proses pemulihan tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. Pemerintah akan mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga, termasuk menyediakan dukungan logistik lanjutan hingga layanan trauma healing apabila diperlukan.

“Kami BPBD melakukan proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga dengan melibatkan masyarakat, pemerintah kecamatan, kelurahan, relawan, serta seluruh stakeholder terkait,” tuturnya.

Fadli turut mengapresiasi solidaritas masyarakat dan berbagai elemen yang ikut membantu penanganan korban kebakaran, mulai dari PMI, relawan kebencanaan, komunitas sosial hingga warga sekitar.

Ia menambahkan BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Sosial akan terus memperkuat edukasi mitigasi bencana di tingkat masyarakat melalui pembentukan komunitas siaga bencana dan sosialisasi pencegahan kebakaran.

“Karena dalam banyak kasus, faktor manusia juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah peristiwa kebencanaan,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news