Acara Adat hingga Sosial Meriahkan Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta

13 hours ago 2

Acara Adat hingga Sosial Meriahkan Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta Putra Mahkota Paku Alam X BPH Kusumo Bimantoro (tengah) yang didampingi oleh Panitia HKPA 2025 KRT Radyowisroyo (kanan) memberikan paparan pelaksanaan Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-213 di Kepatihan Pakualaman, Jumat (28/2/2025). - Harian Jogja/Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJA—Tahun ini, peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman (HKPA) Ngayogyakarta ke-213 yang jatuh pada 22 Juni 2025 kembali digelar. Sejumlah rangkaian acara akan dilaksanakan pada momentum ini.

Panitia HKPA 2025, KRT Radyowisroyo menuturkan rangkaian acara akan dimulai pada 26 April-25 Juni 2025. Secara garis besar, acara terbagi menjadi tiga kategori, yakni acara adat, acara sosial, hingga berbagai perlombaan.

Radyowisroyo menyebut acara adat bucalan, ziarah makam, hingga upacara adat wilujengan sudah digelar sebelumnya pada Desember 2024.

Di sisi lain, panitia HKPA 2025 juga akan menggelar acara sosial yang tak hanya terpusat di Kota Jogja, tapi juga di kabupaten lainnya. Misalnya pemberian gizi untuk bayi stunting, sosialisasi kesehatan untuk ibu hamil, hingga khitanan massal di Kabupaten Kulonprogo. “Ini bentuk concern Gusti Putri terhadap kesehatan ibu dan anak,” imbuhnya.

Di samping acara adat dan sosial, berbagai kegiatan lomba juga akan dilaksanakan. Lomba turut melibatkan peserta dari tingkatan PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Beberapa lomba bahkan diadakan tingkat nasional.

Radyowisroyo mengatakan salah satu diantaranya adalah lomba mewarnai motif batik Pakualaman. Lomba ini bisa diikuti oleh semua kalangan, termasuk anak dengan kebutuhan khusus. “ini salah satu upaya untuk memasyarakatkan nilai-nilai budaya, termasuk kepedulian Gusti terhadap anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Putra Mahkota Paku Alam X, BPH Kusumo Bimantoro menjelaskan Kadipaten Pakualaman merupakan salah satu Kerajaan Trah Mataram Islam yang masih aktif hingga saat ini.

Diawali dengan pengangkatan Pangeran Natakusuma yang berstatus Pangeran Merdika kemudian mendapatkan gelar sebagai KGPAA Paku Alam pada 11 Jumadil Akhir Tahun Alip 1739 (Jawa) atau 22 Juni 1812 (Masehi).

Hingga saat ini Kadipaten Pakualaman berusia 219 Tahun Jawa/213 Tahun Masehi (2025). Dia menambahkan dalam penanggalan tahun ini terdapat sengkalan yang berbunyi Manggala Gati Wiwaraning Rat. “Artinya pimpinan yang penuh perhatian merupakan gerbang kesejahteraan dunia. Sengkalan tersebut menjadi tema Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke 219 Tahun Jawa atau 213 Tahun Masehi 2025,” jelasnya.

Dia menambahkan serangkaian perlombaan yang diselenggarakan tahun ini sebagian besar diperuntukkan bagi pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA sampai dengan mahasiswa. Ini merupakan upaya untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Menurutnya hal tersebut sejalan dengan visi KGPAA Paku Alam X dalam melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan dan sesuai dengan amanat UU Keistimewaan DIY No.13/2012.

“Selain itu juga sebagai bentuk peran dan tanggung jawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news