Anak Usaha UGM SWAP Siap IPO, Bidik Dana Rp45,22 Miliar

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Senin, 24 Agustus 2026 09:17 WIB

Harianjogja.com, JAKARTA— PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), anak usaha perusahaan holding dan investasi Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group), bersiap melantai di pasar modal Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan menargetkan dana yang dihimpun dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp45,22 miliar.

"Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp45.220.000.000,” ujar Manajemen Swayasa Prakasa sebagaimana keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.

Dalam IPO tersebut, Swayasa Prakasa akan menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik. Jumlah itu setara dengan maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga Saham SWAP Rp130-Rp140

Perseroan menetapkan harga penawaran awal atau bookbuilding di kisaran Rp130-Rp140 per saham. Proses bookbuilding berlangsung pada 24-27 Agustus 2026.

Dengan kisaran harga tersebut, Swayasa Prakasa menargetkan perolehan dana maksimal Rp45,22 miliar dari penawaran saham perdana.

Rangkaian IPO SWAP berlanjut dengan masa penawaran umum perdana saham pada 2-8 September 2026. Setelah itu, masa penjatahan saham dijadwalkan pada 8 September 2026 dan distribusi saham pada 9 September 2026.

SWAP selanjutnya ditargetkan resmi mencatatkan saham perdana atau melantai di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026.

Dalam aksi korporasi tersebut, Swayasa Prakasa menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dana IPO SWAP untuk Modal Kerja hingga Pelunasan Utang

Dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan perusahaan. Sekitar Rp15,8 miliar dialokasikan sebagai modal kerja.

Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas produk Swayasa Prakasa.

Selanjutnya, sekitar Rp12,2 miliar akan digunakan untuk belanja modal. Sementara itu, Rp12 miliar lainnya dialokasikan untuk melunasi kewajiban kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).

Gama Multi Group Jadi Pemegang Saham Pengendali

Dari sisi kepemilikan, PT Gama Multi Usaha Mandiri menjadi pemegang saham pengendali Swayasa Prakasa. Perusahaan holding dan investasi UGM tersebut memiliki 721.898.050 saham atau 97,16 persen.

UGM tercatat menguasai 20.009.190 saham atau 2,693 persen. Sementara itu, PT Radio Swara Gadjah Mada memiliki 549.920 saham atau 0,074 persen.

Adapun Bondan Ardiningtyas tercatat memiliki 542.840 saham atau 0,073 persen.

Swayasa Prakasa Kembangkan Produk Kesehatan Berbasis Riset

Saat ini, Swayasa Prakasa menjalankan kegiatan usaha di bidang industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset. Pengembangan bisnis perseroan dilakukan secara bertahap melalui pembentukan sejumlah unit usaha strategis.

Swayasa Prakasa didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Swayasa Prakarsa No. 09 tanggal 12 Januari 2012. Perseroan kemudian mulai menjalankan kegiatan komersial pada 2014.

Perusahaan dibentuk sebagai sarana komersialisasi hasil riset UGM. Selain itu, keberadaan Swayasa Prakasa ditujukan untuk mendukung proses hilirisasi dan inovasi agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi produk industri yang kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news