Anggaran Air Bersih Menipis, BPBD Gunungkidul Ajukan 5.000 Tangki

18 hours ago 4

Anggaran Air Bersih Menipis, BPBD Gunungkidul Ajukan 5.000 Tangki

Tim BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Padukuhan Cakbohol, Purwodadi, Tepus, Kamis (20/8/2026). Istimewa/BPBD Gunungkidul.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul bakal mengajukan tambahan anggaran untuk penyaluran bantuan air bersih sebanyak 5.000 tangki. Langkah tersebut disiapkan karena anggaran droping air yang tersedia diperkirakan hanya mencukupi hingga pertengahan September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan tahun ini pihaknya mendapat alokasi bantuan air bersih sekitar 800 tangki.

Hingga Jumat (21/8/2026), BPBD Gunungkidul telah menyalurkan 484 tangki air atau setara sekitar 2,67 juta liter kepada warga yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau.

“Kami perkirakan penyaluran bantuan hanya sampai pertengahan September, anggarannya habis,” kata Purwono, Minggu (23/8/2026).

Meski anggaran awal semakin menipis, Purwono memastikan penyaluran air bersih kepada masyarakat tidak akan dihentikan. BPBD Gunungkidul berencana mengajukan tambahan anggaran melalui Belanja Tak Terduga (BTT) Pemkab Gunungkidul.

Menurut dia, pengajuan tersebut memungkinkan dilakukan karena Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan sejak Juni 2026.

“Kami sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometerologi kekeringan sejak Juni lalu. Dengan status ini, maka bisa mengakses anggaran BTT untuk menambah anggaran droping air bersih,” ujarnya.

BPBD Gunungkidul Hitung Kebutuhan hingga Awal Desember

Purwono mengatakan pengajuan tambahan 5.000 tangki air bersih telah disesuaikan dengan hasil kajian kebutuhan di lapangan.

Salah satu pertimbangannya adalah cakupan penyaluran bantuan yang menyasar seluruh kapanewon yang terdampak kekeringan. Selain itu, BPBD juga memperhitungkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai periode kemarau.

Berdasarkan perkiraan tersebut, musim kemarau masih berlangsung hingga November. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih berpotensi tetap tinggi meski hujan mulai turun.

“Air hujan belum tentu langsung memenuhi kebutuhan karena stok yang dimiliki warga belum mencukupi. Kami perkirakan penyaluran bantuan air bersih berlangsung hingga awal Desember. Makanya, kami ajukan penambahan anggaran untuk 5.000 tangki,” katanya.

Dengan tambahan tersebut, BPBD berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga kebutuhan warga terdampak kekeringan terpenuhi.

Pemkab Gunungkidul Siapkan Anggaran Tambahan

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memastikan Pemkab Gunungkidul akan terus membantu masyarakat yang menghadapi krisis air bersih.

Ia menyatakan pemerintah daerah siap menambah anggaran apabila alokasi untuk penyaluran air bersih yang dimiliki BPBD mulai habis.

“Kalau mau habis, maka anggarannya akan ditambah. Penambahan untuk memastikan kebutuhan air bersih di masyarakat bisa tetap terpenuhi,” kata Endah.

Menurut dia, ketersediaan anggaran tambahan tidak menjadi persoalan karena Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan BTT untuk kebutuhan kegawatdaruratan dan kegiatan yang tidak terencana.

“Sudah siap dan bisa diakses kapan saja,” ujarnya.

Selain krisis air bersih, Endah mengingatkan musim kemarau juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat ikut mencegah potensi kebakaran, termasuk tidak membakar sampah secara sembarangan.

“Semua warga harus berpartisipasi untuk menekan potensi bencana saat kemarau. Salah satunya tidak membakar sampah secara sembarangan yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news