Appi Dorong Urban Farming Terintegrasi Sampah, Target 95 Persen Pengelolaan

2 days ago 9
Appi Dorong Urban Farming Terintegrasi Sampah, Target 95 Persen PengelolaanWali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau biasa disapa Appi, memasang target tinggi dalam pembenahan lingkungan kota dengan mendorong pengelolaan sampah hingga mencapai 95 persen.

Target ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan berbasis lingkungan yang terintegrasi dengan ketahanan pangan masyarakat.

Appi sapaan akrabnya menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah harus bekerja lebih optimal, terutama dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi warga. Salah satu langkah utama yang didorong adalah penguatan program urban farming di setiap kelurahan.

“Biaya yang kita keluarkan harus sebanding dengan hasil. Target kita, minimal 95 persen sampah harus terkelola,” tegasnya, Minggu (12/04).

Ia mengakui, capaian pengelolaan sampah di Makassar saat ini masih belum maksimal dan bahkan belum menyentuh angka 70 persen. Karena itu, pendekatan baru dilakukan dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga dengan aktivitas pertanian perkotaan.

Melalui skema ini, sampah organik diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung urban farming. Konsep tersebut diyakini mampu menjadi solusi ganda mengurangi volume sampah sekaligus memperkuat kemandirian pangan warga.

“Urban farming diharapkan menjadi solusi ganda, mengurangi volume sampah sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat,” ujar Appi.

Pemerintah Kota Makassar mendorong Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar sebagai leading sector untuk mempercepat implementasi program tersebut. Keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok pemuda dan mahasiswa, juga dinilai krusial dalam menggerakkan program hingga ke tingkat lorong.

Appi menyebut, sejumlah wilayah di Makassar telah menunjukkan hasil positif dari penerapan urban farming, bahkan mampu membangun ekosistem pangan skala lokal yang berkelanjutan.

“Tentu, urban farming adalah salah satu upaya untuk berkontribusi dalam kemandirian pangan. Kita bisa manfaatkan lahan terbatas dengan pengetahuan dan ketelatenan,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan peternakan skala kecil yang ramah lingkungan. Dengan sistem pengelolaan limbah yang baik, aktivitas tersebut dinilai tetap produktif tanpa menimbulkan gangguan.

“Sekarang beternak ayam tidak butuh lahan luas. Dengan sistem yang baik, bisa produktif dan ramah lingkungan,” tegas.

Memperkuat program, Pemkot Makassar mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pendampingan dari komunitas lingkungan juga akan diperkuat agar program berjalan efektif.

Di sisi lain, Appi meminta camat dan lurah lebih aktif turun ke lapangan guna memastikan program berjalan dan mendorong partisipasi masyarakat.

“Sering-sering turun ke wilayah. Lihat langsung dan bangun kegiatan bersama masyarakat. Itu yang akan menciptakan perubahan nyata,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news