Appi Kejar Tambahan Kapal untuk Transportasi Antar Pulau di Makassar

3 hours ago 3
Appi Kejar Tambahan Kapal untuk Transportasi Antar Pulau di MakassarWali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) tancap gas mengejar tambahan armada kapal guna memperkuat konektivitas transportasi laut bagi masyarakat kepulauan di Makassar.

Langkah ini menyusul sinyal dukungan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang mulai mengalokasikan bantuan kapal untuk pemerintah kota.

Appi mengungkapkan, satu unit kapal tambahan sudah masuk dalam tahap alokasi dan ditargetkan segera diserahkan dalam waktu dekat untuk memperkuat layanan antar pulau.

“Kita sudah minta tambahan armada, dan itu sudah dialokasikan. Mudah-mudahan satu kapal dalam waktu dekat bisa segera diserahkan,” ujarnya, Selasa (14/04).

Menurutnya, kehadiran kapal baru menjadi kebutuhan mendesak mengingat mobilitas warga kepulauan selama ini masih bergantung pada transportasi tradisional seperti “pete-pete laut” yang terbatas dari sisi kapasitas dan jadwal.

“Transportasi laut ini urat nadi masyarakat pulau. Kita ingin ada layanan reguler dengan trayek jelas, seperti angkutan umum di darat,” tegas Appi.

Pemkot Makassar saat ini telah menyiapkan satu unit kapal percontohan yang akan segera diluncurkan untuk uji coba operasional. Kapal tersebut akan melayani rute tetap antar pulau sebagai tahap awal sebelum pengembangan lebih luas.

“Kita sudah siapkan satu kapal percobaan. Nanti kita launching untuk uji coba sambil melihat efektivitas di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Muhammad Rheza, menyebut pihaknya telah menyelesaikan survei rute pelayaran, termasuk perhitungan kebutuhan bahan bakar dan waktu tempuh.

“Rute awal sudah kami petakan, mulai dari daratan ke Barrang Lompo, lalu ke Lumu-Lumu, Langkai, hingga Lanjukang dan kembali lagi,” jelasnya.

Namun, keterbatasan armada dan anggaran masih menjadi kendala. Untuk tahap awal, operasional kapal diperkirakan hanya bisa berjalan satu kali dalam sepekan.

“Frekuensi sementara kemungkinan satu kali seminggu, menyesuaikan kemampuan anggaran BBM. Kalau ada tambahan anggaran, bisa kita tingkatkan,” ungkap Rheza.

Selain itu, minimnya infrastruktur dermaga di sejumlah pulau juga menjadi tantangan serius. Beberapa pulau bahkan belum memiliki fasilitas sandar yang memadai untuk kapal berukuran besar.

“Ini jadi perhatian karena tidak semua pulau punya dermaga yang layak. Kapal butuh kedalaman dan fasilitas sandar yang cukup,” tambahnya.

Meski begitu, respons masyarakat disebut sangat positif. Pemkot Makassar pun menargetkan layanan ini ke depan bisa digratiskan jika dukungan anggaran memungkinkan.

“Kita harap ini jadi solusi transportasi yang terjangkau dan membuka akses ekonomi masyarakat kepulauan,” tukas Rheza.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news